Peristiwa

Irigasi Wangundirja Telan Anggaran Rp. 1,57 Miliar, Petani Ciamis Tetap Kekeringan

adminsigiku.com
×

Irigasi Wangundirja Telan Anggaran Rp. 1,57 Miliar, Petani Ciamis Tetap Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Wangundirja di Desa Karyamulya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, yang menelan anggaran Rp. 1.576.425.970 dari APBD Provinsi Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Meski pembangunan fisik telah rampung, manfaatnya dinilai belum dirasakan para petani.

Alih-alih menjadi solusi kebutuhan air pertanian, saluran irigasi tersebut justru belum mampu mengalirkan air secara optimal hingga ke area persawahan, khususnya wilayah hilir. Akibatnya, puluhan hektare sawah tetap mengalami kekeringan.

Seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sekitar 40 hektare lahan sawah kini terbengkalai karena tak mendapat pasokan air. Sebagian lahan bahkan berubah menjadi padang alang-alang, sementara sebagian lainnya ditanami pohon pisang sebagai alternatif.

“Anggaran besar, tapi petani tidak merasakan manfaat. Air tidak sampai ke ujung saluran, sawah tetap kering,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).

Kondisi tersebut membuat fungsi utama irigasi sebagai penopang produktivitas pertanian gagal berjalan. Para petani mengaku kecewa karena proyek bernilai miliaran rupiah itu belum memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan mereka.

Kepala Desa Karyamulya, Dudung, membenarkan bahwa kebutuhan air bagi petani saat ini sangat mendesak. Ia meminta pihak terkait, mulai dari BBWS Citanduy hingga kontraktor pelaksana, segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus segera dilakukan, yakni pemeriksaan teknis penyebab air tidak mengalir maksimal dari hulu ke hilir, perbaikan konstruksi agar fungsi irigasi berjalan penuh, serta transparansi kualitas pekerjaan mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan.

“Infrastruktur publik harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar bangunan fisik tanpa fungsi. Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret agar petani bisa merasakan hasil pembangunan ini,” tegasnya.