Desa Wisata Berau Tak Bisa Sekadar Jual Pemandangan, Verifikasi Lapangan Jadi Penentu

0

Pewarta : Haris/Kartini

Kabupaten Berau – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menegaskan desa wisata yang ingin melaju ke tingkat nasional tidak cukup hanya bermodal panorama indah dan presentasi menarik.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah, menyebut tim penilai provinsi akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi nyata sesuai dengan yang dipaparkan peserta.

“Tahun ini hanya lima dari 37 Pokdarwis yang lolos syarat lomba. Penilaiannya bukan sekadar administrasi, tapi juga dampak ekonomi, pengelolaan wisata, kolaborasi stakeholder, hingga promosi digital,” ujarnya.

Ajang desa wisata nasional kini berganti nama menjadi Wonderful Indonesia Awards, pengganti Anugerah Desa Wisata Indonesia.

Menurut Samsiah, Disbudpar Berau lebih fokus pada kualitas dan keberlanjutan desa wisata dibanding sekadar mengejar jumlah.

“Kita tidak ingin hanya ramai angka, tapi mati pengelolaannya. Yang dicari adalah konsistensi,” tegasnya.

Selain pembinaan SDM dan digitalisasi melalui Jambore Pokdarwis, Disbudpar juga mulai mengembangkan konsep wisata baru berbasis alam dan kesehatan mental berupa forest healing untuk memperkuat daya tarik wisata Berau.