Pewarta : Wahyu
Kota Cimahi – Kirab Budaya Hari Tatar Sunda 2026 bertajuk “Napak Tilas Padjajaran Binokasih Mulang Salaka” resmi digelar sebagai rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda 2026. Kegiatan ini menjadi ajang besar pelestarian budaya Sunda yang melibatkan ribuan pelaku seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Arak-arakan utama membawa Makuta Binokasih Sang Hiang Pake dari Kabupaten Sumedang sebagai titik awal perjalanan budaya pada 2 Mei 2026, kemudian berlanjut ke sejumlah daerah seperti Kawali (Ciamis), Tasikmalaya, Garut, Cianjur, hingga berakhir di Kota Bandung pada 16 Mei 2026 melalui sembilan titik kirab.
Kegiatan ini menampilkan beragam kesenian tradisional khas daerah, termasuk tradisi Ngarak Cai dari Kota Cimahi yang turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kirab budaya tersebut.
Ketua Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi sekaligus pimpinan rombongan Ngarak Cai Cimahi, Hermana HMT, mengatakan keterlibatan komunitasnya merupakan kehormatan sekaligus bentuk penguatan identitas budaya Sunda.
Ia menjelaskan, Kirab Ngarak Cai yang diikutsertakan dalam kegiatan ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga membawa pesan pelestarian lingkungan, khususnya pentingnya menjaga sumber air, tanah, dan ruang hidup masyarakat.
Menurutnya, kirab ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang dikemas dalam perjalanan panjang melintasi sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal seperti silih asah, silih asih, silih asuh.
Rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum penguatan identitas dan pelestarian warisan leluhur Sunda di tengah perkembangan zaman.

