Lima Daerah di Sumsel Siaga Karhutla, Ancaman Kebakaran Mulai Diantisipasi

0
169

Pewarta : Heri Kusnadi

Palembang – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan mulai diantisipasi serius. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak lima daerah resmi menetapkan status Siaga Karhutla menghadapi musim kemarau yang diprediksi rawan kebakaran.

Kabupaten Banyuasin menjadi daerah terbaru yang menetapkan status Siaga karhutla, menyusul Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan status siaga di Banyuasin berlaku mulai 13 Mei hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hingga musim hujan tiba.

“Banyuasin baru menetapkan status siaga karhutla, jadi saat ini sudah lima daerah di Sumsel yang berstatus siaga menghadapi musim kemarau tahun ini,” ujarnya.

Menurut Sudirman, wilayah – wilayah tersebut merupakan kawasan rawan karhutla yang hampir setiap tahun dilanda kebakaran, terutama di lahan gambut seperti OKI, Muba, dan Banyuasin.

Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status Siaga Karhutla tingkat provinsi dan menggelar apel siaga nasional sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana asap dan kebakaran lahan.

Meski demikian, masih ada sejumlah daerah rawan karhutla yang belum menetapkan status siaga, di antaranya Musi Rawas, Muratara, PALI, Lahat, OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan.

BPBD Sumsel menegaskan penanganan Karhutla tahun ini akan diperkuat melalui dukungan udara. BNPB dijadwalkan mengirim empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli untuk mempercepat penanganan jika titik api mulai bermunculan.

“Jumlah helikopter akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika kejadian karhutla meningkat, bantuan akan ditambah,” tegas Sudirman.