Pewarta : Anis
Kota Depok – Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Depok. Tumpukan sampah di sejumlah titik, mulai dari kawasan Situ Citayem, sudut – sudut jalan hingga aliran sungai yang dipenuhi limbah, menunjukkan bahwa penanganan sampah belum berjalan optimal.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari penyediaan fasilitas tempat sampah hingga pengangkutan rutin. Namun, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta belum konsistennya penegakan aturan dinilai menjadi faktor yang membuat persoalan tersebut terus berulang.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan, seperti banjir akibat saluran tersumbat serta meningkatnya risiko penyebaran penyakit.
Sorotan terhadap persoalan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kota Depok, H. Moren, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok.
“Kita tidak bisa terus menyalahkan pemerintah saja. Warga juga harus berbenah. Sampah itu cermin karakter kita. Kalau dari rumah sudah membuang sampah sembarangan, jangan berharap lingkungan, sungai, dan jalanan akan bersih,” ujar H. Moren kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota Depok perlu memperkuat pengawasan dan penegakan aturan terhadap pelanggaran terkait pembuangan sampah. Langkah seperti patroli rutin, pemasangan CCTV di titik – titik rawan, serta pemberian sanksi yang tegas dinilai penting untuk menciptakan efek jera.
Selain itu, ia menekankan peran strategis perangkat lingkungan mulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
“RT, RW, dan kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi warga dan mengawasi lingkungan. Jangan hanya menjadi penonton,” katanya.
H. Moren juga mengajak kalangan pemuda, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup.
“AMMAL siap berpartisipasi melalui kegiatan edukasi, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga kampanye kesadaran masyarakat. Namun, keberhasilan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya menciptakan Kota Depok yang bersih, sehat, nyaman, dan berdaya saing dapat terwujud.
“Ketika penegakan aturan berjalan tegas dan kesadaran masyarakat meningkat, maka cita-cita menjadikan Depok sebagai kota yang bersih dan nyaman bukan hal yang sulit untuk dicapai,” pungkasnya.

