Pentingnya Optimalisasi Potensi Daerah di Tengah Keterbatasan Anggaran

0
209

Pewarta : A Y Saputra.

Kabupaten Ciamis – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya buka acara Launching Jazirah Priangan Timur Ciamis Creative Expo 2026 bertempat di Wisata Karang Kamulyan kecamatan Cijeungjing yang digelar dari tanggal 5 – 7 Juni 2026.

Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, mulai dari tanah yang luas dan subur, hingga kekayaan alam yang melimpah. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana cara mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, termasuk menggali potensi wisata yang masih banyak yang belum tersentuh dan masih “perawan”.

Hal ini disampaikan dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat posisi Ciamis saat ini masih berada di peringkat ke-24 dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

“Tanah kita luas, subur, alamnya berlimpah. Tinggal bagaimana kita mampu mengoptimalkannya. Banyak tempat wisata yang masih perawan, ini harus kita gali dan kembangkan untuk meningkatkan PAD kita,” ujar Bupati Herdiat.

Bupati Herdiat menjelaskan secara gamblang kondisi keuangan daerah. Saat ini PAD Ciamis hanya mencapai Rp. 374 Miliar per tahun, angka yang jauh berbeda dibandingkan kabupaten/kota besar lainnya seperti Bogor, Bekasi, atau Bandung yang PAD-nya bisa mencapai di atas Rp5 hingga Rp. 6 Triliun.

Lebih lanjut Herdiat mengatakan dari total anggaran yang ada di kabupaten Ciamis tersebut, terdapat fakta yang perlu dipahami bersama.

Sebesar Rp. 208 Miliar berasal dari BLUD Rumah Sakit (RSUD Ciamis dan RSUD Kawali), yang dananya hanya bisa digunakan kembali untuk operasional rumah sakit dan tidak bisa digeser untuk keperluan pembangunan umum.
Sebesar Rp. 21 Miliar dialokasikan khusus untuk membayar tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Jadi sisa yang benar-benar bisa kita gunakan untuk membangun daerah tidak lebih dari Rp. 150 Miliar. Padahal, dana itu harus dibagi untuk 29 OPD, 27 Kecamatan, dan 3.265 Desa/Kelurahan. Tentu ini sangat berat,” Tandasnya..

Herdiat menegaskan bahwa selama ini daerah masih sangat bergantung pada bantuan dari Pemerintah Provinsi. Kondisi semakin berat akibat dampak pandemi COVID-19 selama tiga tahun terakhir, di mana anggaran direfocusing hingga mencapai total lebih dari Rp. 1 Triliun yang direlokasi.

Ditambah lagi pada tahun 2025 terjadi pengurangan Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp. 174 Miliar, dan kondisi serupa juga terjadi di tahun 2026 ini.

“Tahun 2026 ini, pemerintah daerah hampir tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran. Namun saya memiliki keyakinan dan kekuatan bahwa kita bisa melewati ini semua dengan kerja keras dan sinergi,” tandasnya.

Usai acara pembukaan Bupati Ciamis tinjau stan kerajinan dan produk unggulan yang ada disekitar lokasi.