Pendidikan

Disdik Kab. Sukabumi Ajukan Dispensasi Ke Kemendiknas Bagi Peserta OSN Terdampak Pemadaman Listrik

adminsigiku.com
×

Disdik Kab. Sukabumi Ajukan Dispensasi Ke Kemendiknas Bagi Peserta OSN Terdampak Pemadaman Listrik

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menangis saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) viral di media sosial. Tangis haru dan kekecewaan siswi tersebut dipicu oleh padamnya aliran listrik yang mengganggu pelaksanaan ujian berbasis daring.

Pemadaman listrik tidak hanya melumpuhkan jaringan internet sekolah, tetapi juga memutus akses internet pribadi para peserta. Akibatnya, proses pengerjaan soal OSN tidak dapat berlangsung secara maksimal dan membuat sejumlah siswa kesulitan menyelesaikan ujian.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan gangguan listrik saat pelaksanaan OSN tidak hanya terjadi di Kecamatan Cireunghas, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah lainnya.

“Pemadaman listrik terjadi tidak hanya di Cireunghas. Berdasarkan informasi dari PLN, terdapat gangguan jaringan yang berdampak pada beberapa wilayah, termasuk Sukalarang, Sukaraja, Kebonpedes, dan Cireunghas,” ujar Herdiawan, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, sebelum pelaksanaan OSN, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dan menyampaikan pemberitahuan kepada pihak PLN agar pasokan listrik selama ujian dapat terjaga. Namun, gangguan jaringan di luar kendali tetap terjadi dan menghambat jalannya kompetisi tingkat nasional tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi akan mengajukan dispensasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat mengikuti ujian susulan atau mendapatkan kesempatan mengulang pelaksanaan OSN.

“Saat ini kami sedang melakukan inventarisasi jumlah peserta yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan dispensasi kepada Kemendikdasmen agar para siswa yang mengalami kendala akibat padamnya listrik tidak dirugikan,” jelasnya.

Herdiawan menegaskan, peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi seluruh pihak agar pelaksanaan ujian berbasis digital ke depan memiliki sistem antisipasi yang lebih baik.

“Ke depan, hal ini akan menjadi perhatian serius. Sekolah perlu memiliki fasilitas pendukung seperti genset atau sumber daya cadangan lainnya agar kegiatan penting, khususnya ujian berbasis daring, tetap dapat berjalan meski terjadi gangguan listrik,” pungkasnya.

Peristiwa yang menimpa siswi SD Negeri Gandasoli tersebut pun menuai simpati luas dari masyarakat. Banyak warganet berharap pemerintah memberikan solusi terbaik agar para siswa yang telah mempersiapkan diri untuk OSN tidak kehilangan kesempatan berprestasi akibat kendala teknis di luar kemampuan mereka.