Pewarta : Ida
Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempromosikan strategi pengembangan wisata ramah Muslim dalam ajang Halal In Travel Global Summit 2026 di Singapura, Kamis (18/6/2026), sebagai upaya memperluas promosi destinasi wisata daerah sekaligus memperkuat kerja sama internasional di sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, yang mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memaparkan strategi pengembangan wisata ramah Muslim melalui pendekatan 5A, yaitu administrasi, atraksi, akses, amenitas, dan advertising.
Menurut Iendra, pendekatan tersebut menjadi fondasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman bagi wisatawan Muslim, mulai dari kepastian layanan dan perizinan, kekayaan atraksi wisata, kemudahan akses transportasi, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga promosi yang terintegrasi.
Sebagai bentuk komitmen pengembangan sektor ini, Pemprov Jawa Barat juga menghadirkan program *Smiling West Java Muslim Friendly Tourism Award* yang mendorong pemerintah kabupaten dan kota menerapkan standar wisata ramah Muslim secara berkelanjutan.
Upaya tersebut turut mengantarkan Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025, sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata ramah Muslim.
Dalam forum tersebut, Iendra juga mengajak negara-negara di Asia untuk memperkuat kolaborasi promosi wisata ramah Muslim guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
“Mayoritas penduduk Asia adalah Muslim. Karena itu, diperlukan upaya bersama dalam promosi agar mampu menarik wisatawan dari berbagai negara,” ujarnya.
Keikutsertaan Jawa Barat dalam forum internasional ini diharapkan dapat memperluas jejaring global, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim unggulan di Indonesia.













