Peristiwa

Viral Duel Brutal Pelajar di Hutan Cianjur, Polisi Amankan 7 Remaja

adminsigiku.com
×

Viral Duel Brutal Pelajar di Hutan Cianjur, Polisi Amankan 7 Remaja

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Aksi duel brutal satu lawan satu yang melibatkan pelajar di kawasan hutan Kabupaten Cianjur berakhir di tangan aparat Kepolisian. Setelah videonya viral di media sosial dan memicu keresahan publik, Polres Cianjur bergerak cepat mengidentifikasi serta mengamankan para pelaku.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan seluruh identitas pelaku beserta sekolah asalnya telah berhasil diungkap. Polisi pun langsung memanggil pihak sekolah dan mengamankan remaja yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, kami telah memanggil pihak sekolah dan mengamankan oknum yang terlibat dalam aksi adu fisik itu,” ujar Kapolres, Sabtu (27/6/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 7 (tujuh) orang di lokasi kejadian. 6 (Enam) diantaranya masih berstatus pelajar SMK, sementara satu lainnya merupakan alumni. Mereka berasal dari 2 (dua) SMK di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Campaka.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku sengaja menggelar duel demi mengikuti tren konten kekerasan yang ramai beredar di media sosial. Tantangan disampaikan melalui pesan digital hingga akhirnya mereka sepakat bertemu di lokasi yang jauh dari permukiman.

Polisi mengungkap, duel tersebut berlangsung di kawasan Hutan Pasirpogor, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, lokasi yang dipilih agar aksi mereka tidak diketahui warga.

Salah seorang pelajar mengaku menerima tantangan dari siswa sekolah lain sebelum keduanya bertemu dan berkelahi di tengah hutan.

Kapolres menegaskan seluruh pelaku tetap akan diproses sesuai ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun, selain penegakan hukum, kepolisian juga mengedepankan pembinaan agar para remaja tidak kembali terjerumus dalam aksi serupa.

“Kami mengimbau orangtua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak – anak agar tren kekerasan yang dipicu media sosial ini tidak terus berulang,” tegasnya.