Ketua Umum DPP AKSI Apresiasi Sikap Bupati Pamekasan Yang Izinkan Guru Nikmati Libur Semester Penuh

0
18

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Pernyataan Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si., yang menyebut guru dapat menikmati libur penuh selama masa liburan semester menuai apresiasi dari kalangan pendidik. Pidato tersebut viral di berbagai platform media sosial dan mendapat respons positif dari komunitas guru di berbagai daerah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPP AKSI), Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd., menilai pernyataan Bupati Pamekasan mencerminkan kepemimpinan yang memahami realitas profesi guru sekaligus menunjukkan penghormatan seorang murid kepada para pendidiknya.

“Ini bukan sekadar soal libur, tetapi pesan tentang keberpihakan seorang pemimpin terhadap guru. Sebagai seorang murid yang kini menjadi bupati, beliau menunjukkan penghormatan kepada para guru yang telah berjasa mendidiknya,” ujar Dudung.

Menurutnya, anggapan bahwa Guru memanfaatkan masa libur untuk tidak bekerja merupakan persepsi yang keliru. Dalam praktiknya, banyak Guru tetap menjalankan berbagai aktivitas produktif selama libur semester, seperti mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi, menulis buku, melanjutkan pendidikan, aktif dalam organisasi profesi, mengabdi kepada keluarga, hingga tetap menjalankan berbagai kegiatan di sekolah.

Dudung juga mengaitkan pernyataan tersebut dengan amanat Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya Pasal 37 ayat (3), yang menyebutkan bahwa penghargaan kepada Guru dapat diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk bentuk penghargaan lainnya.

“Memberikan ruang kepada Guru untuk menikmati hak liburnya merupakan salah satu bentuk penghargaan yang sejalan dengan semangat undang undang. Guru juga membutuhkan waktu untuk memulihkan energi, meningkatkan kapasitas diri, dan menyeimbangkan kehidupan pribadi maupun profesional,” jelasnya.

Ia menilai, pesan yang disampaikan Bupati Pamekasan sejatinya menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah agar menempatkan Guru sebagai sosok yang patut dihormati dan diapresiasi atas dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Seorang kepala daerah pada hakikatnya adalah murid dari para Guru. Karena itu, menghormati Guru merupakan bagian dari adab dan penghargaan terhadap mereka yang telah berjasa membentuk karakter dan masa depan bangsa,” tegas Dudung.

Menurut DNK (sapaan akrab Dudung), besarnya respons publik terhadap pernyataan Bupati Pamekasan menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat antara Guru dan sosok pemimpin yang memahami serta menghargai peran strategis profesi Guru dalam pembangunan sumber daya manusia.