Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Gelombang kritik terhadap sejumlah kebijakan nasional bergema di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa, Senin (13/7/2026), dengan membawa 5 (lima) tuntutan strategis yang menyentuh isu ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga penegakan hukum.
Aksi yang diterima langsung Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, itu menuntut evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan harga ahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, penolakan terhadap regulasi yang dinilai bermasalah terkait UU TNI/Polri, serta percepatan pengesahan Rancangan Undang – Undang (RUU) Perampasan Aset.
Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Ade Roni Ronaldo, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa sekaligus wujud pengawasan terhadap kebijakan yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat.
“HMI hadir sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial. Kami ingin memastikan setiap kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat, bukan justru menambah beban masyarakat,” tegas Ade Roni di hadapan peserta aksi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menyatakan pihaknya tidak akan berhenti pada sebatas menerima aspirasi. DPRD, kata dia, akan menindaklanjuti seluruh poin tuntutan melalui mekanisme kelembagaan agar dapat diteruskan kepada instansi dan pemerintah yang memiliki kewenangan.
“Seluruh aspirasi ini akan kami tindak lanjuti. Berita acara dan surat rekomendasi akan segera kami siapkan dalam waktu satu hingga dua hari kerja sebagai bentuk komitmen DPRD terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui mahasiswa,” ujar Budi Azhar.
Ia menegaskan DPRD Kabupaten Sukabumi terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan secara konstitusional. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijaga bersama.
Dialog antara pimpinan DPRD dan perwakilan mahasiswa berlangsung secara terbuka hingga menghasilkan kesepakatan berupa penyusunan berita acara dan surat rekomendasi sebagai tindak lanjut resmi atas tuntutan yang disampaikan.
Usai penandatanganan dokumen tersebut, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aparat keamanan yang mengawal jalannya demonstrasi mengapresiasi seluruh peserta karena mampu menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Gedung DPRD.
Aksi HMI Cabang Sukabumi ini kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra kritis dalam demokrasi. Di sisi lain, komitmen DPRD untuk mengawal aspirasi tersebut akan menjadi perhatian publik, terutama terkait sejauh mana rekomendasi yang diterbitkan mampu mendorong tindak lanjut terhadap berbagai isu strategis yang disuarakan mahasiswa.

