Dapur Rusak, MBG SMPN 3 Hative Kecil Kota Ambon Mangkrak. Pemkot Diminta Segera Turun Tangan

0
9

Pewarta : Anis

Ambon – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto di SMP Negeri 3 Hative Kecil, Jln. Perum Perikani, Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku terhenti hampir satu bulan. Terhitung sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, ratusan siswa tidak menerima MBG. Penyebabnya, dapur penyedia makanan mengalami kerusakan sehingga distribusi terhenti.

Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku Didesak Segera Bertindak

Keluhan orangtua murid terus mengalir. Selain terhentinya distribusi, sebelumnya juga muncul persoalan kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi.

“Kami sedih. Anak-anak terus bertanya kapan MBG mulai lagi, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Ibu Marlen, salah satu orangtua murid, Jum’at (17/7/2026).

“Beberapa siswa mengaku menerima makanan berbau tidak sedap. Laporan sudah kami sampaikan ke guru dan kepala sekolah, namun belum ada perbaikan nyata,” lanjutnya.

Ia mendesak Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera turun ke lapangan.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo, Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku agar meninjau langsung sekolah kami. MBG sangat berarti bagi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu,” tegas Ibu Marlen.

Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional. Setiap kendala di lapangan harus segera diselesaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa.

Selain pemerintah daerah, orang tua juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) ikut mengawasi pelaksanaan MBG.

“Jika ada pelayanan yang tidak sesuai atau terjadi kelalaian, kami minta APH turun ke lapangan. Ini menyangkut kesehatan anak dan penggunaan anggaran negara. Tidak boleh ada yang dirugikan,” ujar Ibu Marlen.

Harapan orang tua sederhana. Dapur MBG segera diperbaiki, distribusi dilanjutkan, dan pengawasan mutu makanan diperketat agar sesuai standar gizi dan keamanan pangan.
Program MBG digagas Presiden Prabowo sebagai upaya mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.

“Anak-anak adalah penerus bangsa. Tugas kita bersama memastikan mereka belajar dalam keadaan sehat dan cukup gizi. Kami yakin pemerintah tidak akan membiarkan SMPN 3 Hative Kecil tertinggal,” tutup Ibu Marlen.