Pewarta : Anis
Kota Depok – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok menuntaskan pengerukan sampah besar-besaran di Kali Pesanggrahan, tepatnya di belakang TPA Cipayung. Sebanyak 10.564 kubik timbunan berhasil diangkat petugas.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Rizwan Nurahim, mengatakan penumpukan sampah selama ini membuat kapasitas sungai berkurang dan menjadi pemicu banjir saat hujan deras.
“Untuk pembersihan kami gunakan ekskavator long arm dan dikerahkan 154 personel Satgas Air,” ujar Rizwan kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Rizwan menyebut volume sampah yang mengendap sangat besar. Jenisnya beragam, mulai dari plastik, botol, styrofoam, dahan pohon, potongan kayu, perabot rusak, kasur, sampai pakaian bekas.
“Sebagian besar sampah terbawa arus dari hulu ke hilir. Ada juga material longsoran dari TPA Cipayung yang ikut masuk ke sungai,” jelasnya.
Untuk mempercepat pengerjaan, Satgas Air diterjunkan penuh bersama satu unit ekskavator long arm. Tugasnya mengeruk lumpur dan mengangkat tumpukan sampah yang sempat menutup badan sungai.
Setelah proses pembersihan rampung, aliran Kali Pesanggrahan disebut sudah kembali normal.
“Sebelumnya badan sungai menyempit hanya sekitar dua meter karena tertutup sampah dan longsoran. Sekarang sudah kembali ke lebar sekitar 10 meter,” kata Rizwan.
Dengan lebar sungai yang pulih, kapasitas tampung air meningkat. Aliran air pun kembali lancar.
Menurut Rizwan, normalisasi ini merupakan langkah lanjutan Pemkot Depok untuk meminimalkan risiko banjir. Tak hanya di wilayah Depok, tapi juga di kawasan hilir seperti Jakarta Selatan. Selama ini, lanjut dia, Kali Pesanggrahan sering meluap ketika hujan deras turun karena saluran air tersumbat sampah.
Pemkot Depok berharap, dengan kondisi sungai yang sudah normal, masyarakat juga ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke kali.

