KDM Ingin Kampung Adat Ciptamulya Ditata Ulang Tanpa Hilangkan Nilai Budaya

0

Pewarta : Red

Kab. Purwakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) meminta pemulihan pasca kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah yang terbakar, tetapi juga disertai penataan kawasan permukiman tanpa menghilangkan nilai – nilai budaya masyarakat adat.

Permintaan tersebut disampaikan KDM saat menerima 52 perwakilan penyintas kebakaran yang dipimpin tokoh adat Abah Hendrik di Gedung Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (1/8/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Desa Sirnaresmi, Iwan Riswandi (Jaro Iwan) dan Camat Cisolok, Okih Fajri.

KDM mencontohkan penataan permukiman korban bencana longsor di Sukabumi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di Kampung Adat Ciptamulya agar kawasan menjadi lebih tertata tanpa menghilangkan karakter rumah adat.

“Rumahnya ditata. Seperti penataan kampung korban longsor di Sukabumi, kawasan ini juga bisa ditata menjadi lebih baik,” ujar KDM.

Selain pembangunan fisik, KDM menekankan pentingnya menjaga identitas budaya masyarakat Kasepuhan. Ia berharap generasi muda tetap melestarikan tradisi leluhur, seperti ngaseuk (menanam padi) dan nutu (menumbuk padi secara tradisional), sebagai bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, proses rehabilitasi pascakebakaran harus menjadi momentum membangun permukiman yang lebih layak sekaligus memperkuat pelestarian budaya adat di Kasepuhan Ciptamulya.