Politik & Pemerintahan

HUT ke-81 Jabar, Dedi Mulyadi Dorong Reformasi Anggaran Hingga BUMD

adminsigiku.com
×

HUT ke-81 Jabar, Dedi Mulyadi Dorong Reformasi Anggaran Hingga BUMD

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Jawa Barat menjadikan momentum hari jadi sebagai ajang evaluasi dan pembenahan besar-besaran terhadap arah pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan hal itu dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-81 Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar. Ia menegaskan, besarnya potensi Jawa Barat di Sektor Energi, Pertanian, Kelautan, Industri hingga Manufaktur harus diimbangi dengan tata kelola pembangunan yang efektif.

Menurut Dedi, evaluasi anggaran menjadi kunci orkestrasi pembangunan agar setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah benar – benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan sejumlah sektor prioritas, mulai dari Pendidikan, Kesehatan, Pengentasan Ketimpangan Ekonomi hingga Penciptaan Lapangan Kerja. Peningkatan Kualitas Pendidikan juga harus menyasar masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan formal melalui program Paket A, B dan C.

Di Sektor Ekonomi, Dedi meminta investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja di berbagai wilayah.

Sementara di Sektor Kesehatan, layanan harus dibangun secara berjenjang dari tingkat desa hingga rumah sakit rujukan agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin merata.

Dedi juga mendorong efisiensi birokrasi melalui perampingan kelembagaan dan penggabungan sejumlah organisasi perangkat daerah yang dinilai dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.

BUMD Akan Dikonsolidasikan

Salah satu agenda besar yang disoroti Dedi adalah penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menilai BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan menjadi beban anggaran.

Pemprov Jabar berencana mengonsolidasikan seluruh BUMD, di luar Bank Jabar, ke dalam satu entitas besar bernama Sangga Buana. Konsolidasi tersebut diharapkan mampu memperkuat aset, meningkatkan efisiensi dan membuat pengelolaan BUMD lebih profesional.

Pengisian posisi strategis di dalamnya juga akan dilakukan melalui seleksi terbuka untuk mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten.

Dedi menegaskan, seluruh reformasi tersebut pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menggambarkan gubernur sebagai “dirijen” yang harus mampu mengorkestrasi seluruh elemen pemerintahan agar bergerak dalam satu arah.

Memasuki usia ke-81 tahun, Jawa Barat dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan capaian sekaligus melakukan lompatan pembangunan. Penguatan layanan dasar, efisiensi anggaran, reformasi birokrasi dan penataan BUMD menjadi bagian dari agenda tersebut.