Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Sumedang perlu terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri telah memperkuat langkah mitigasi dengan memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami banjir, longsor, pohon tumbang hingga gangguan pada ruas jalan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar penanganan tidak baru dilakukan ketika bencana telah terjadi. Sejumlah perangkat daerah juga diminta bergerak sesuai tugas dan kewenangannya, mulai dari penanganan drainase, sungai, jalan dan tebing hingga pohon yang berpotensi tumbang.
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Komisi II, H. Acep Hidayat Komarudin, A.Md, mengapresiasi langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Memasuki musim hujan, saya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Jangan menunggu terjadi bencana baru kita bertindak,” ujar Acep saat dijumpai, Senin (21/09/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran air, tebing, pepohonan serta akses jalan yang berpotensi terdampak ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kalau menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pemerintah desa, kecamatan atau instansi terkait. Informasi dari masyarakat sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.
Acep berharap sinergi pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sumedang.
“Mitigasi bukan hanya soal penanganan ketika bencana datang, tetapi bagaimana kita mencegah dan mengurangi risikonya sejak awal. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan,” pungkasnya.













