Liputan Khusus

Reses DPRD Kabupaten Bandung Saat Covid-19 Bahas Kondisi APBD

adminsigiku.com
×

Reses DPRD Kabupaten Bandung Saat Covid-19 Bahas Kondisi APBD

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Pada masa pandemi covid-19 ini, anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Praniko Imam Sagita S.H, M.H, menyelenggarakan kegiatan pada reses masa sidang III, di aula desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang.

Selain menyerap aspirasi masyarakat. Kehadiran para DPRD dalam sebuah reses tentunya untuk melihat kondisi masyarakat dan memberikan arahan sebagaimana yang terjadi saat covid-19. Hingga memberikan kabar bahwa anggaran sekarang memang banyak berkurang untuk insfakstruktur di wilayah, karena terpakai mengatasi musibah covid 19 ini.

“Pemerintah tidak diam ketika masyarakat ada musibah dan tugasnya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan recofussing anggaran untuk dialihkan kepada kepentingan masyarakat secara langsung.” Jelasnya kepada media dilokasi (7/7/2020)

“Penanganan terhadap orang yang sakit pun di Kab. Bandung baik yang positif maupun yang ODP dan PDP itupun tetap dilaksanakan oleh Gugus tugas Kab. Bandung.” Tambah beliau menjelaskan

Praniko mengungkapkan anggaran PAD Kab. Bandung menurun 50-60 persen disebabkan adanya wabah covid ini. Ketika pendapatan berkurang, tentunya akan berdampak terhadap belanja.

“Belanja ini terganggu ketika PAD menurun, karena ada pengalihan terhadap anggaran sebelumnya untuk pembantuan secara langsung untuk protokol kesahatan, dinas Kesehatan, pangan perikanan untuk sembako yang disalurkan kepada masyarakat. Mudah-mudahan  kedepannya bisa tetap bisa dilaksanakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah”

Dalam reses yang dilakukan di masa covid-19 ini, tentunya tidak seperti yang dilakukan biasanya. Begitupun dengan cara reses itu sendiri.

“Ketika ada musibah covid ini tidak bisa komunikasi terlalu lama ya, sehingga kita berikan lembaran aspirasi yang akan diisi dan nanti akan dirangkum. Tapi biasanya aspirasi itu seputar insfrastruktur jalan, bangunan, dan non insfrastruktur itu sendiri.”

Praniko meyakini walaupun dilanda covid-19 ini tidak menjadi penghalang bagi niat anggota DPRD untuk tetap turun ke lapangan melakukan reses dengan tetap menggunakan protokol kesehatan seperti  memakai masker, dan lainnya.

“Karena tanpa kami turun ke lapangan untuk menyapa masyarakat, tidak akan muncul aspirasi yang bernama pokir (pokok pikiran). Pokir ini penting karena untuk memberikan program-program nyata dari pemerintah Kab. Bandung melalui aspirasi Dewan.”