Pewarta : Tim liputan
Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Hasil penelusuran Tim Liputan KSP (16/08/2021) ke beberapa orang tua siswa SDN Paranggong, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung. Dikeluhkan Orang tua siswa yang anaknya mendapat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bahwa setiap pencairan dana disunat, hal ini seperti yang di utarakan HR (nama samaran), “setiap pencairan KIP dipotong bervariasi, seandainya siswa mendapatkan bantuan RP.450.000 di potong Rp.100.000 dan bagi siswa yang mendapatkan bantuan Rp.900.000 di potong Rp.150.000 di kolektifkan, “ubgkap HR.
Di hari yang sama, Tim Liputan KSP menelusuri orang tua siswi, sebut saja nyi MN, pada saat diwawancara tim Liputan KSP NYi MN mengeluh pasalnya setiap mendapatkan bantuan selalu di potong antara Rp.100.000- Rp.150.000 per siswi dan kartunya dipegang ibu (guru). “Sejak kami mendapatkan bantuan kartu dipegang oleh oknum guru, bahkan yang paling miris”salah satu orang tua siswi yang anaknya melanjutkan ke SMP, hingga berita ini di publikasikan kartu tersebut tidak kunjung di berikan kepada orang tua siswi, padahal pihak sekolah SMP sangat menunggu kartu tersebut.
(23/08/2021) Tim Liputan KSP menyambangi SDN Paranggong diterima Kepala Sekolah, saat diwawancara tim, Kepala Sekolah menjawab, kami tidak tahu menahu karena kami baru menjabat 5 bln. Selanjutnya Kepsek memanggil salah seorang guru, Karso, saat diwawancara tim, Karso membenarkan di tahun 2020, “kami disuruh Imas Anah, mantan Kepala Sekolah untuk mengumpulkan kartu KIP, setelah terkumpul disampaikan ke bu Imas Anah, “katanya, selanjutnya ditanya jumlah siswa yang mendapay KIP tahun 2020, Karso menjawab sekira 45 orang, jawabnya lagi, ditanya ada potongan potongan pihak sekolah, “tidak ada,” punggkas Karso.
Pada kesempatan berikutnya Tim Liputan KSP mengkonfirrmasi Imas Anah, mantan Kepala Sekolah 2020, via tlp selulernya. Imas Anah mengelak, bahkan bertanya kepafa Tim Liputan, “siapa orang tua siswa yang bilang ke bpk? silahkan suruh datang ke rumah saya, tidak usah memotong bantuan KIP, gajih kami sudah cukup, silahkan orang tua siswa datang ke kami, “ungkapnya dengan nada tinggi.
Lebih lanjut Tim KSP mewawancarai beberapa tokoh masyarakat di Kp. Ciaul, Desa Cibodas, Kec. Pasirjambu, menurut beberapah tokoh masyarakat sangat di sayangkan bantuan KIP bagi warga yang tidak mampu, disunat. “Alangkah baiknya aparat penegak hukum segera turun ke lapangan, bila ada oknum yang melakukan hal ini segera diproses secara hukum, dengan nada kesal.













