Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kota Bandung)-, Dewan Mesjid Indonesia (DMI) mengimbau seluruh mesjid dan musala tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni sempat meminta agar himbauan DMI melalui beberapa Surat Edaran sebelumnya yang juga terkait pandemi Covid-19 masih tetap harus dilaksanakan masyarakat. Khususnya para jamaah mesjid dan disiplin dalam penerapan prokes di mesjid.
Imam mengatakan, konsistensi penerapan prokes oleh jamaah dan juga ketentuan prokes dalam seluruh atmosfir kebersamaan (berjamaah) di mesjid dan musala. Selama ini telah membuktikan bahwa mesjid selama periode merebaknya Covid-19 di antara tempat yang paling aman. Meski diasumsikan sangat rawan untuk kemungkinan terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di mesjid karena mesjid dan/atau musala terkait dengan berhimpunnya jemaah.
DMI mengimbau kepada DKM atau Ta’mir Masjid agar mesjid dapat dibuka untuk ibadah salat fardhu dengan penerapan protokol kesehatan ketat, tertib dan menjaga jarak. Jemaah wanita dan anak-anak sebaiknya berjamaah di rumah masing-masing selama PPKM saat ini.
Demi ketertiban, tegaknya prokes dan menghindarkan terjadinya cluster penyebaran Covid-19 di mesjid, akan lebih baik jika setiap mesjid memiliki petugas pengawas yang siaga mengingatkan jemaah. Para jemaah diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Setelah selesai melaksanakan salat, jemaah diminta segera kembali ke tempat kerja atau ke rumah masing-masing demi memperkecil potensi penyebaran Covid-19.
Menyikapi surat edaran tersebut, Ustadz Pusda’i senantiasa mengingatkan protokol kesehatan setiap waktu sholat di masjid agung, Jl. Diponegoro 63 RT 02/13 Kelurahan Cihaurgeulis, Kota Bandung. Melalui peringatkan yang rutin seperti itu kesadaran dan kedisiplinan protokol kesehatan di dalam masjid akan terlaksana. Selain itu juga Dewan Kemakmuran Masjid fokus melengkapi fasilitas protokol kesehatan, seperti tanda jaga jarak yang masih tetap menjadi rujukan perihal tempat di mana titik-titik jam’ah akan sholat, ucapnya saat akan mengimami waktu sholat.
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, sejak vaksinasi digencarkan kasus covid19 sudah mulai menurun di daerah. Namun pandemi belum berakhir, tetapi masyarakat mulai mengabaikan atau kesadaran protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat menurun dan bahkan ada yang sampai menghilang. Misalnya di beberapa masjid yang berlokasi di sekitar jalan raya, terlihat hanya 10 persen mereka yang mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.
