Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Walikota Sukabumi Achmad Fahmi meminta, agar Dinas Koperasi UMKM, Peindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, mampu menjawab tantangan potensi perdagangan, seiring Provinsi Jawa Barat menetapkan 7 ekonomi baru pasca pandemi.
“Saya meminta agar Diskumindag bisa mengaplikasikan semua potensi perdagangan yang ada di Kota Sukabumi,” ujar Fahmi saat membuka acara Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, di salah satu Toserba Jalan Martadinata, Kota Sukabumi, Selasa (8/2).
Hadir juga Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah.
Fahmi menegaskan, Diskumindag harus benar-benar bisa menguatkan, kemudian membuka simpul-simpul, serta mengaktifasi perdagangan di wilayah Kota Sukabumi.
Pasalnya, kata Fahmi, selama ini simpul-simpul yang dianggap belum terkelola dengan baik, di tahun depan harus dipersiapkan.
“Potensi perdagangan di kita cukup bagus, makanya harus di aktifasi dengan baik,” ucapnya.
Disinggung terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang harus pindah ke Pasar Pelita, Fahmi mengharapkan, agar pelaksanaanya berjalan lancar dan kondusif.
Disebutkan, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan para pedagang. Apalagi, pihak PT Fortunindo sudah memberikan keringanan yang luar biasa, dimana pedagang cukup membayar Rp.6.500.000 sudah memiliki kios atau los.
Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Ayi Jamiat, mengungkapkan, dalam FPD ini ajang untuk mesinkronisasikan semua programnya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, dan stakeholder untuk tahun 2023.
“Banyak target yang harus dicapai, terutama target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi, diantaranya, Sukabumi KECE (Kelurahan Entrepreneurship Center),” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, ada juga mengenai pembinaan UMKM dan revitalisir pasar, salah satunya pasar Kaum dan Tipar Gede.
Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah mengungkapkan, Diskumindag merupakan salah satu mitra kerjanya, untuk itu pihaknya sangat mendukung langkah Pemkot Sukabumi melalui Diskumindag, untuk memajukan UMKM dan menjadi skala prioritas di Musrenbang untuk tahun 2023.
“Saya pribadi sangat mendukung ketika UMKM dimasukan ke Musrenbang, setidaknya akan lebih berkembang lagi, pasca terpuruk akibat Covid-19,” ucapnya.
Selain itu juga, lanjut Ivan, Kemajuan UMKM akan berdampak juga terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi, serta akan meningkatkan Pendapatn Asli Daerah (PAD).”Dengan mengembangkan UMKM tentu saja nantinya akan berdampak terhadap peningkatan LPE di Kota Sukabumi,” pungkas Ivan.













