Pewarta : Dwi Arifin
Kabupaten Ciamis – Hari pertama Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XIII (Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Pangandaran) yang baru dilantik, Asep Suhendra langsung melakukan silaturahmi dengan jajarannya di kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah XIII, Ciamis, Rabu (16/3/2022).
Kehadiran H.Hendra, (sapaan akrab KCD XIII), disambut hangat oleh jajarannya, satu sama lain saling memperkenalkan diri.
“Sambutannya sangat welcome,” kata Hendra kepada perwakilan Forum Wartawan Pendidikan (FWP) Jabar, di ruang kerjanya, Senin (16/3/2022) pagi.
Sebelumnya H.Hendra, dilantik menjadi KCD XIII, Jum’at (11/3/2022) menggantikan Herry Pansila Prabowo yang menjadi Kepala UPTD di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar. Lalu dilakukan serah terima jabatan di Aula Dewi Sartika, Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), Senin (14/3/2022).
Ia mengungkapkan, sesuai pesan dan arahan Dedi Supandi, Kepala Disdik Jabar, yang dirotasi, dilantik dan dikukuhkan sesegera mungkin dan fokus bekerja untuk mensukseskan program-program yang ada, seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022-2023, P3K, pencairan BPMU dan lainnya.
“Pak Dedi Supandi, Kapala Disdik Jabar mengatakan bahwa rotasi ini hal yang biasa. Pak Dedi juga mangatakan harus fokus, cepat dan segera bekerja. Saya senang tidak ada waktu untuk formal-formal kami langsung masuk ke ranah untuk berkerja,” kata H.Hendra yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD Pelayan Sosial Griya Wanita Mandiri Dinas Sosial (Dinsos) Jabar.
Selain menyamakan visi dan merapatkan barisan dengan jajarannya, ia pun secepatnya akan melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah serta pengawas di Cadisdik Wilayah XIII.
“Saya akan segera lakukan pertemuan dengan kepala sekolah, pengawas. Mungkin sore, mungkin besok, secepatnya sesuai dengan perintah Kadisdik Jabar,” kata H.Hendra, yang memiliki hobi golf.
“Kalau melihat situasi dan kondisi baru masuk di Cadisdik XIII, sudah ada beberapa yang berbicara dengan saya. Mulai dari kepala sekolah, mereka nyaman-nyaman saja. Saya akan melanjutkan apa yang sudah baik menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Saat disinggung sebagai pejabat baru, mengenai cara mengatasi polemik di dunia pendidikan, dirinya dengan tegas jangan mempermasalahkan mengenai polemik justru sebaliknya harus memberikan pelayanan. Caranya lebih ke pendekatan dengan silaturahmi.
“Jangan ada polemik, jangan cari masalah. Kami ini tugasnya melayani masyarakat. Saya selalu membuka diri. Saya juga tekankan ke teman teman, bekerja secara tim supaya lebih enak dan nyaman. Saya di mana-mana (bertugas) selalu silaturahmi diraih semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu Totong, S.IP., M.M., Kasubag yang sudah setahun menjabat menambahkan bahwa pimpinan sebelumnya Herry Pansila menjalankan program-program dari Disdik Jabar berjalan dengan lancar.
“Pak Herry Pansila dirotasi menjadiKepala UPTD Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Logam dan Elektronika Karawang, Disperindag. Tapi itu menurut saya sangat baik sekali sesuai dengan keilmuannya. Dengan Bapak H. Hendra mudah-mudahan bisa menjalankan tugas sesuai dari Disdik provinsi,” kata Totong.
“Alhamdulillah saya dengan Bapak KCD yang baru sudah berkoordinasi. Insya Allah tadi sudah rapat terbuka, program akan sesuai meningkatkan kualitas pendidikan utama nya di Cadisdik Wilayah XIII, umumnya untuk provinsi dan nasional,” imbuhnya.
Saat ditanya hal yang paling diprioritaskan, salah satunya mengenai PPDB, melakukan rapat dan pengawas mengenai irisan dan zonasi PPDB
Pada PPDB tahun lalu, menurut pengakuan Totong tidak ada efek-efek negatif meskipun ada saja yang harus dibenahi, namun masih terkendali.
“Kami akan meningkatkan zonasi irisan sesuai dengan hasil musyawarah di sekolah, bukan hasil musyawarah oleh kami (Cadisdik Wilayah XIII). Hasil rapat kepala sekolah pengawas. Alhamdulillah ada irisan sudah ditentukan. Tapi sampai saat ini belum bisa bicara lebih panjang, menunggu juklak juknis dari Disdik Jabar. Mengacu kepada tahun 2021-2022. Kalau ada perubahan ya kita rubah tapi kalau tidak ada perubahan kita masih mengacu kepada yang lama,” kata Totong.
Diketahui jumlah satuan pendidikan di Cadisdik XIII, kurang lebih ada sekitar 48 sekolah negeri (SMA, SMK dan SLB) dan 150 sekolah swasta













