Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Ciamis)-, Sempat menjadi daerah yang sangat cepat merespon bantuan gubernur khususnya yang masuk ke desa pada tahun 2021. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, intens melakukan penyuluhan dan koordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan, dalam hal pengelolaan administrasi dana bantuan provinsi, agar tidak terkendala pada saat penyalurannya.
Hal itu ditegaskan Dania Rahayu, SE,M.Si, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembinaan Kemasyarakatan Desa, DPMD Ciamis, Kabupaten Ciamis, menurutnya, pola pendekatan yang harmonis antara DPMD dan Desa, merupakan kunci kelancaran proses penyaluran dana desa.
“Perihal bantuan keuangan Provinsi, intinya kerja tim dengan kecamatan dan desa. Strategi yang kita lakukan, pertama, intens sosialisasikan bagaimana prosedur dan tata caranya,” ungkap Ayu, sapaanya Dania Rahayu, di ruang kerjanya, (17/3/2022).
Kedua, lanjut Ayu, memberdayakan pendamping di setiap Kecamatan, yang bertugas mengakomodir desa, untuk membantu persyaratan RAB dan proses pencairan bantuan dan lainnya.
“Ketiga kita koordinasi intens dengan Provinsi, terkait validasi data, kemudian langsung memberikan data desa ke pemerintah provinsi, tanpa menunggu data desa yang belum terkumpul. Tentunya, jika ada datanya yang belum lengkap akan disusulkan kemudian, yang intinya kita targetkan semua terkumpul ke pemerintah provinsi sebelum batas akhir pengumpulan,” imbuhnya.
Disinggung mekanisme bantuan yang masuk ke desa yang datang dari Pusat dan Provinsi, agar terukur dan terarah, ayu jelaskan, polanya membentuk tim khusus dari DPMD Kabupaten Ciamis, yang mengelola bantuan untuk desa agar teratur dan terarah.
Sementara itu, terkait Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Ciamis yang tinggi di tingkat Jabar dan Nasional, menurut Ayu, merupakan hasil menyamakan persepsi dengan semua OPD, dan Instansi, perihal pemuktahiran pendataan yang valid.
“IDM yang dititik beratkan data, jadi kita kumpulkan OPD, dari Disdik, Dinkes, PUPR, Pertanian, semua Dinas yang terakomodir IDM, untuk menyamakan data, sebelum ke lapangan. Lalu melakukan private ke pendamping, untuk membedah qusioner IDM, agar kita paham, karena ada banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh desa,” kata Ayu.
Ayu berharap, Kab Ciamis khususnya Desa Panjalu, yang saat ini di peringkat 6 Nasional dan peringkat 1 Jabar untuk IDM, bisa dipertahankan dan ditingkatkan.
“Saat ini terdapat 258 desa di Kabupaten Ciamis, termasuk desa Panjalu dengan berbagai karakter, tetapi melalui koordinasi dan pendekatan menjadi mudah, untuk melakukan percepatan kesuksesan IDM,” pungkasnya.













