Pewarta – Roy P
Kota Ambon – Belasan Mahasiswa dari Batabual Kabupaten Buru melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Maluku, Kamis (20/04/2022).
Dalam aksinya paara Mahasiswa menuntut DPRD Maluku untuk melihat permasalahan-permasalahan yang ada didaerahnya, antara lain, infrastruktur jalan dan listrik yang sampai saat ini belum terealisasi dengan baik.
Menurut Kordinator Kapangan Aksi, ada 4 tuntutan yang mereka bacakan di depan Gedung DPRD Maluku, antara lain,
1. Mendesak kepala PLN Maluku dan Maluku Utara, untuk segera memberikan klarifikasi terkait tidak berfungsinya dan tidak normalnya PLN Kabupaten Buru.
2. Mendesak kepala PLN Maluku Utara dan Maluku, untuk segera memperhatikan kendala – kendala yang terjadi di PLN Buru, seperti mesin dan jaringannya.
3. Mendesak pihak PLN Maluku dan Maluku Utara untuk segera turun ke lapangan memeriksa dan menormalisasi aliran listrik, agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat kepulauan Buru.
4. PLN Maluku dan Maluku Utara, bertanggung jawab atas permasalahan listrik yang ada di Kabupaten Buru.
Selain ke empat tuntutan tersebut, pendemo juga meminta Kepala Ranting PLN Batabual Kepulauan Buru untuk dicopot dari jabatannya.
Usai membacakan tuntutannya, para mahasiswa Batabual kemudian diterima oleh Anggota DPRD Maluku, Benhur Watubun di ruang kerjanya.
“Kami selaku penyambung suara rakyat akan menerima aspirasi dan tuntutan dari para mahasiswa, kami akan sampaikan ke komisi terkait untuk menindaklanjutinya,” tutup Watubun.
