Akademia

Miris, Akibat “Molor” Proyek Rehab SD, Hari Pertama Belajar Murid di Kota Tasik Hanya Beralas Koran

adminsigiku.com
×

Miris, Akibat “Molor” Proyek Rehab SD, Hari Pertama Belajar Murid di Kota Tasik Hanya Beralas Koran

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, (Kota Tasikmalaya),-  miris dan memprihatinkan, akibat Proyek Rehab dibeberapa SD di Kota Tasikmalaya “molor” dari jadwal yang ditentukan, beberapa murid SD di Kota Tasikmalaya hari pertama masuk ajaran baru, rela duduk diruangan belajar dengan beralaskan koran dan kain.

Molornya beberapa paket proyek rehab SD di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, yang seharusnya dimulai pada 1 Juli 2022, yang seharusnya mulai dikerjakan disaat para murid sedang melaksanakan liburan sekolah, hingga kini pantauan koran sinar pagi dibeberapa SD, Senin (18/7/2022), ternyata belum ada tanda tanda akan dikerjakan.

Dibeberapa sekolah yang akan dilakukan rehab, sejak jauh jauh hari kursi kursi dan meja sudah dipindahkan keluar sekolah menumpuk disudut sudut sekolah

Seperti suasana di SD Karangsambung Cibeureum dan SD Cikalang, tampak tumpukan kursi dan meja sudah terlihat kusam karena kepanasan dan kehujanan disimpan diluar sejak 1 Juli 2022. Murid murid SD dibeberapa ruangan harus rela belajar dilantai beralaskan koran dan kain.

Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H.Cecep saat dimintai tanggapan oleh wartawan, Senin (28/7/2022) siang tidak berada diruang kerjanya. Bahkan akhir akhir ini ruangan Kabid mantan Guru SMPN 1 Kota Tasikmalaya yang baru dilantik menjabat Kabid itu, jarang sekali berada diruangannya.

“Perkawis eta mah akang Saena koordinasi Hela sareng kasie PP,” ucap Cecep dengan nada enteng menjawab melalui pesan What’s App Pribadinya kepada wartawan.

Sementara Kasi SD H Rahmat saat dimintai tanggapannya, hingga kini blum berkomentar apapun.

Dari pantauan Koran Sinar Pagi, memang suasana Kantor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, terlihat kurang kondusif. Tampak beberapa rekanan Disdik terlihat bolak balik keruangan Bidang SD.

Tidak sedikit dari rekanan yang terlihat kecewa dengan system’ yang mendadak berubah dilingkungan Disdik.

“Masa paket pekerjaan saya bisa hilang, padahal saya sudah komitmen dengan pejabat Disdik sejak lama. Ini malah sekarang paket pekerjaannya diacak acak jadi tidak ada,” gerutu salah satu rekanan kepada wartawan yang enggan disebutkan jati dirinya.