Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Bulan September merupakan bulan yang istimewa bagi insan perpustakaan, baik pemustaka, pustakawan maupun para pegiat literasi lainnya di Indonesia. Karena pada setiap tanggal 14 September selalu diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan.
Hari Kunjung Perpustakaan menjadi momentum yang sangat penting untuk dirayakan melalui berbagai kegiatan, tidak hanya oleh Perpustakaan Nasional saja, tetapi juga perpustakaan daerah dan perpustakaan khusus atau umum lainnya.
Kadispusipda Jabar, Dr. Hening Widiatmoko, M.A menjelaskan pada tahun ini Dispusipda Jabar merumuskan tema pada bulan gemar membaca di hari kunjung perpusatakaan yang diperingati setiap tanggal 14 september 2022. “Temanya berisi ajakan untuk gemakan budaya baca dan membaca budaya. Maksudnya adalah upaya meningkatkan budaya baca, ditengah kondisi masyarakat yang masih rendah budaya bacanya. Sehingga harus ada yang terus berperan mengkampanyekan pentingnya budaya baca,” jelasnya kepada media cetak & online Koran SINAR PAGI dan Majalah Sunda Mangle di ruang kerjanya (13/9/2022)

Sedangkan perihal membaca budaya merupakan langkah melestarikan kearifan lokal yang saat ini terus berkurang karena degradasi. Sebab banyak generasi yang tidak berpikir ke sana. Padahal budaya lokal penting untuk tetap lestari sampai ke masa depan. Contohnya Majalah Sunda Mangle yang ada di meja kerja ini mampu berperan sebagai penjaga gawang pelestarian bahasa sunda atau bahasa daerah. Maka kami membuat tagline Dispusipda Jabar agar lebih menarik yaitu “Menjembatani Masa Lalu ke Masa Depan” atau bridge the past to the future.
Menurutnya Dinas Perpustakaan dan kearsipan ini memiliki banyak fungsi, diantaranya menyimpan arsip untuk menjaga masa lalu, sebab banyak masalah yang tiba-tiba muncul, karena hilangnya arsip penting. Padahal arsip itu bisa menjadi sumber solusi untuk menentukan benar atau salah dan keadilan dalam memberikan keputusan dari masalah yang ada. Sehingga kedepannya perlu ditingkatkan layanan, misalnya dengan alih media untuk pengelolaan arsip atau alih bentuk koleksi perpustakaan dan kearsipan dengan merubah bentuk dari bahan tercetak ke dalam bentuk digital untuk pelestarian arsipnya.

Selanjutnya fungsi perpustakaannya yang menyediakan buku untuk membangun masa depan. “Baca buku di Perpus itu gratis, Perpustakaan ini juga sebagai tempat tholabul ilmu sepanjang hayat untuk memperkaya pikiran dan hati untuk mengolah potensi diri,” ucapnya Hening Widiatmoko yang sekarang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kepala Lembaga Kearsipan Daerah Indonesia
Lebih lanjut Hening menyampaikan kalau dari data yang ada lebih dari 24 ribu perpustakaan berdiri di Jawa Barat. Namun yang terakreditasi masih sedikit, maka kami berupaya mendorong perpustakaan itu melalui program menambah koleksi bukunya hingga 1000 buku untuk memperoleh akreditasi.
Selain itu juga Dispusipda Jabar terus meningkatkan fasilitas, kualitas layanan dan transformasi perpustakaan berbasis ekosistem digital untuk menarik minat baca para calon atau pengunjung yang telah menjadi anggota perpustakaan.
https://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/h-dedi-supendi-s-stp-m-si-hidup-tanpa-buku-seperti-berada-dalam-rumah-tanpa-jendela/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/26/kenikmatan-memiliki-teman-yang-shalih/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/












