Peristiwa

Diduga Oknum Kepsek Kuasai Aset Sekolah Untuk Kepentingan Pribadinya

adminsigiku.com
×

Diduga Oknum Kepsek Kuasai Aset Sekolah Untuk Kepentingan Pribadinya

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Heri Kusnadi

Kabupaten Ogan Ilir – Kegiatan belajar mengajar adalah hal yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan didukung adanya gedung yang berkualitas serta bangunan sekolah agar menunjang dan menjadi sarana pendukung untuk kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar, seperti juga hal nya yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar dikabupaten Ogan Ilir.

Tahun 2022 Sekolah Dasar di Ogan Ilir ini mendapatkan program DAK (Dana Alokasi Khusus) milayaran rupiah, dengan rincian untuk rehabilitasi 5 ruang kelas senilai Rp.1.349 300.000, Pembangunan Rumah Dinas Kepala Sekolah senilai -+ Rp.200 jutaan serta Pembangunan Ruang UKS Sebesar Rp.100 jutaan.

Tetapi ironisnya, setelah dilakukan pembongkaran untuk pelaksanaan rehab ruang kelas, aset yang sudah diturunkan berupa seng, papan, dan kayu persegi lainnya diduga dijual dan dilelang serta dibawah pulang oleh oknum Kepala Sekolah yang berinisial ā€œJā€ tersebut. Tentu kejadian ini menjadikan tanda tanya dilingkungan sekolah tersebut.

Menurut sumber yang namanya minta dirahasiakan setelah dilakukan pembongkaran oleh pihak ketiga, papan, seng dan kayu persegi dibawa pulang oleh oknum Kepala Sekolah kerumahnya di Kecamatan Pemulutan Barat.

“Sisa kayu pembongkaran berupa seng, papan dan kayu persegi diangkut kerumah Kepala Sekolah dengan menggunakan truk,” jelasnya.

Selain itu lanjut sumber ia meminta uang sejumlah Rp.6 juta kepada pihak ketiga karena telah menggunakan papan dan kayu persegi sisa pembongkaran Sekolah tersebut.

“Ia meminta sejumlah uang sebesar Rp 6 juta kepada pemborong karena menggunakan papan dan kayu persegi untuk mal cor beton,” kata dia.

Sementara Kepala Sekolah SDN tersebut saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah membawah pulang aset Sekolah berupa seng, Papan dan kayu persegi sisa pembongkaran Sekolah tersebut

“Memang bener ada kayu bongkaran di rumah, itu untuk sementara diamankan dulu, maklum kalu disekolah banyak yang mau ngambilnya jadi kalau selesai bangunan nanti baru mau dibuat apa disekolah apa mau buat tempat anak anak sholat atau apalah yang penting bisa di manfaatkan,” jelasnya.

Lanjut J sisa pembongkaran bangunan ruang kelas tersebut yang ia bawah Pulang dan dilelang kepada warga serta dibeli pihak ketiga tersebut sudah ada persetujuan dari kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir.

“Kemarin paska pembongkaran, pak Kadin tinjau langsung kelokasi Sekolah, ia sudah mengijinkan sisa pembongkaran Sekolah tersebut untuk di ambil,” kata dia.