Keterangan Foto : foto ilustrasi dugaaan perampokan uang dana Hibah milik BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya.
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,-Uang Dana Hibah yang diterima BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp.700 juta, Raib diduga di rampok di salah satu Rumah Makan Ternama DS jl Letnan Harun Kota Tasikmalaya samping Mako Polresta Tasikmalaya.
Dari Informasi yang diterima Koran Sinar Pagi menyebutkan, dana hibah tersebut raib dalam mobil diparkiran rumah makan tersebut.
Ketua BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya H.Apip saat dihubungi melalui What’s App dan telepon pribadinya, tidak aktif.
Namun kejadian raibnya uang dana hibah itu dibenarkan oleh sekretaris BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya, Bahtiar.
“Ya betul dana hibah, saat ini sedang ditangani oleh pihak Polresta Tasikmalaya. Lebih jelasnya silahkan saja hubungi pihak Polresta,” ujar Bahtiar kepada koran Sinar Pagi melalui pesan singkat What’s App.
Bahkan saat didesak wartawan untuk menjelaskan kronologis serta waktu kejadian berlangsung pun, Bahtiar enggan berkomentar panjang seolah menutup nutupi kejadian tersebut. “Silahkan konfirmasi ke pa Kapolresta,” kilahnya dengan nada enteng.
Dari sumber yang berhasil diserap menyebutkan, jika kejadian tersebut berlangsung kurang lebih 3 jam disaat ketua BKPRMI bersama pengurus lainnya sedang makan siang di RM.DS, pada Rabu (7/12/2022)
“Sepertinya mobil yang digunakan mobil jenis Pajero dan diparkirkan ditempat yang tidak terjangkau cctv,” ucap sumber yang enggan jatidirinya disebutkan kepada wartawan.
Bahkan dari jumlah uang yang raib tadi, Rp.220 juta yang bisa diselamatkan karena dibungkus plastik kresek terpisah dengan uang Rp 700 juta yang hilang alias raib, kata sumber tadi.
Bahkan salah satu pengurus BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya meminta kepada wartawan untuk tidak mempublikasi kejadian itu.
“Hawatos ka lembaga pak, sebaiknya jangan di muat beritanya,” imbuh R salah satu pengurus BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya kepada wartawan.
Terpisah, Ketua LSM Jaringan Nurani Rakyat (JANUR) Uus Firman mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya.
“Ini bukan uang sedikit. Apalagi kejadiannya di rumah makan yang posisinya disamping Mako Polresta Tasikmalaya, jadi hal ini perlu ditanyakan kebenarannya,” kata Uus kepada koran Sinar Pagi, Kamis (15/12/2022) sore.
Raibnya uang ratusan juta rupiah itu, masih kata Uus, perlu mendapat perhatian serius oleh pihak kepolisan. Apalagi terjadinya disiang hari bolong yang posisinya dekat dengan kantor Polresta.
“Bukannya kita suudzon, uang dana bantuan hibah itu perlu ditelusuri. Pihak pengurus harus dimintai pertanggung jawabannya karena ini tidak lepas dari kelalaian dan kecerobohan pihak pengurus, Apakah uang itu hilang dirampok atau ada unsur lain,” kata Uus.
Sementara itu, hingga berita ini dirilis Kamis (15/12/2022) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta yang menanggapi kasus dugaan raibnya dana hibah milik BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya yang disinyalir di rampok hingga ratusan juta rupiah. Namun sumber di kepolisian menyebutkan jika kasus ini sedang didalami oleh pihak Reskrim Polresta Tasikmalaya.













