OPINI/Artikel

Tasyakur Kelas Dewa

adminsigiku.com
×

Tasyakur Kelas Dewa

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Seorang pria diskusi dengan sahabatnya. Pria ini memang agak lebay dan kadang humoran. Namun perkataan pada sahabatnya benar-benar murni keluar dari hati dan perasaannya yang paling dalam.

Ia mengatakan pada sahabatnya, “Bro, Gue rasanya kapan pun dipanggil Allah, siap dan rela”. Sahabatnya bertanya, “Lu, ngomong apa, bro?”. Sahabatnya bertanya, “Emang lu orang soleh dan banyak amal?”.

Ia menjawab dengan senyum, “Rasanya Gue udah terlalu banyak nikmat yang Allah berikan, artinya Allah maha baik banget sama Gue”. Ia pun melanjutkan perkataannya, “Sahabat Gue pun sudah ada beberapa yang kembali pada Ilahi”.

Menurutnya, Allah itu maha baik dan sangat baik. Hidup di usianya sekarang adalah bonus tiada tara. Baginya Allah itu maha pengampun dan akan sangat mengampuni semua dosa-dosanya. Sebesar apa pun dosa dirinya, Ia yakin Allah akan mema’afkan.

Sungguh orang yang sangat rela, ikhlas dan bersedia meninggalkan dunia karena rasa syukur Allah terlalu baik adalah keren. Sungguh bila kita merasa Allah maha bageur dan bahkan terlalu banyak bonus kepada kita adalah baik.

Beda dengan orang yang merasa ketidakadilan Tuhan dalam hidup. Manusia atau orang yang merasa ketidakadilan Tuhan dalam hidup adalah manusia bermasalah. Mengapan? Karena Tuhan maha adil.

Andaikan manusia lahir bukan asbab Tuhan dan Tuhan tidak meniupkan ruh pada Sang Manusia, boleh saja protes pada Tuhan. Faktanya lahir kita, umat manusia adalah undangan Ilahi yang sangat-sangat agung. Sungguh semua manusia yang lahir adalah beruntung, diundang Allah ke muka bumi.

Masalah realitas kehidupan dan kenyataan suka duka adalah bagian dari sebuah perjalanan. Allah, Tuhan yang maha Esa sudah melahirkan dan menghidupkan kita. Lahir dan hidup itu adalah rezeki. Plus fasilitas maha pengampun_Nya.

Sungguh siapa saja yang bersyukur maka Allah akan melipatgandakan rezekinya. Bisa jadi siapa saja ini penting yang sangat yakin kepada Allah akan ampunan dan maha pengampunnya, maka semua dosa-dosanya diampuni.

Pepatah bijak mengatakan, “Apa yang kau yakini dan kau pikirkan akan menimpa dirimu”. Bila kita berpikir dan sangat yakin bahwa Allah, Tuhan yang maha Esa maha pengampun, maka Amiiin YRA semua dosa-dosa kita diampuni.

Kita akan selalu kembali ke zero (nol) tanpa dosa, bila kita selalu berpikir dan yakin Allah, Tuhan yang maha Esa sangat dan maha pengampun. Plus ikhtiar perbaikan diri. Allah itu lebih love pada kita melebihi kedua orangtua kita. Percayalah, pikirkan dan yakini.

Kembali ke tema di atas,”Usia kita akan lebih panjang dan positif, sehat dan baik saat pikiran dan kepasrahan kita pada Allah siap dipanggil kapan pun”. Malah kalau tak siap, bisa stress, sakit, darting, jantung dan the end.Masalah realitas kehidupan dan kenyataan suka duka adalah bagian dari sebuah perjalanan. Allah, Tuhan yang maha Esa sudah melahirkan dan menghidupkan kita. Lahir dan hidup itu adalah rezeki. Plus fasilitas maha pengampun_Nya.

Sungguh siapa saja yang bersyukur maka Allah akan melipatgandakan rezekinya. Bisa jadi siapa saja ini penting yang sangat yakin kepada Allah akan ampunan dan maha pengampunnya, maka semua dosa-dosanya diampuni.

Pepatah bijak mengatakan, “Apa yang kau yakini dan kau pikirkan akan menimpa dirimu”. Bila kita berpikir dan sangat yakin bahwa Allah, Tuhan yang maha Esa maha pengampun, maka Amiiin YRA semua dosa-dosa kita diampuni.

Kita akan selalu kembali ke zero (nol) tanpa dosa, bila kita selalu berpikir dan yakin Allah, Tuhan yang maha Esa sangat dan maha pengampun. Plus ikhtiar perbaikan diri. Allah itu lebih love pada kita melebihi kedua orangtua kita. Percayalah, pikirkan dan yakini.

Kembali ke tema di atas,”Usia kita akan lebih panjang dan positif, sehat dan baik saat pikiran dan kepasrahan kita pada Allah siap dipanggil kapan pun”. Malah kalau tak siap, bisa stress, sakit, darting, jantung dan the end.