Keterangan Foto : Kadis DPMPTSP Hanafi,SH.MH, Kepala BAPENDA Hadi Riady,S.IP, Pimpro Perum Kotaa Impian Sukajaya Adia Cahya Purnama (foto dari kiri ke kanan)
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Lagi lagi, ulah oknum yang mengaku staf ASN Kota Tasikmalaya nyaris memakan korban dengan daya tipu nyalinya melalui sambungan telepon selular. Dan kali ini mengaku ngaku bernama Wisnu bekerja sebagai Staf di DPMPTSP Kota Tasikmalaya
Bukan itu saja, rekannya yang masih diduga sekongkongkol dengan Wisnu, menggunakan nama salah satu Pejabat Kota Tasikmalaya Hadi Riyaddy (Kepala Bapenda) dicatut namanya untuk meminta uang sebesar 25 juta kepada calon korban.
“Assalamualaikum, saya Kepala Dinas DPMPTSP Hadi Riyaddy, ingin memberitahukan jika besok akan dilaksanakan agenda rapat pembahasan Perum Kota Impian Sukajaya. Segera saja ditunggu hari ini untuk menyiapkan dana anggaran pembahasan sebesar Rp.25 juta. Kalau sudah ada langsung hubungi dan di Transfer,” ucap salah satu calon korban penipuan, Adia Cahya Purnama, Pimpro Perum Kota Impian Sukajaya kepada wartawan saat menirukan suara sang penelepon tadi yang mengaku ngaku pejabat Kota Tasikmalaya Hadi Riyaddy, Rabu pagi (21/2023) kemarin.
Setelah menutup telepon dan meminta waktu, terbesit dalam benak Adia Cahya, ada sebuah kejanggalan dimana sang penipu tadi menyebutkan salah satu pejabat dengan jabatan yang salah.
“Kok aneh yang menelepon mengaku dirinya Kadis DPMPTSP Pak Hadi Riyaddy, bukannya beliau Kaban Bapenda, dan Kadis DPMPTSP Pak Hanafi. Ini yang membuat saya curiga dan janggal, makanya saat itu saya simak dulu aja si penelepon tadi,” kata Adia Cahya.
Dalam percakapan dengan sang penelepon tadi, Adia Cahya mengaku sempat diminta menyiapkan uang Rp.25 juta untuk anggaran Pembahasan di DPMPTSP.
Makanya saya aneh, kan untuk perum Kota Impian Sukajaya, rapat pembahasan bersama dinas dinas terkait sudah dilaksanakan, ini malah akan ada lagi rapat pembahasan dan diminta uang lagi, imbuh Adia Cahya yang hampir saja tertipu oleh sang penelepon tadi
“Awalnya saya percaya yang menelepon itu pa Haddy Riyaddy, karena dalam ponsel di foto profilnya wajah pa Haddy sedang menggunakan pakaian ASN. Namun kecurigaan lain timbul disaat sang penelepon tadi mengucapkan jabatan pa Haddy Riyaddy Kadis DPMPTSP, padahal pa Haddy kan jabatan Kepala Bapenda,” kata Adia Cahya.
Saat ditanya wartawan, kira kira sang penelepon gelap itu awal muasal tahu nomor telepon Adia Cahya dari siapa ?
“Rabu pagi, saya ditelepon pa Lurah Sukajaya Purbaratu, jika pa lurah menerima telepon dari Wisnu yang mengaku staf DPMPTSP untuk menyampaikan jadwal agenda pembahasan untuk perum Kota Impian Sukajaya,” ucapnya.
Dari runtutan perjalanan ini, Adia Achya sempat tak habis pikir, dalam benaknya dia berpendapat, apakah ini ada hubungannya dengan orang orang yang tidak puas dan tidak senang ?
Terpisah Kadis DPMPTSP Kota Tasikmalaya, Hanafi,SH,MH mengakui jika di kantornya tidak ada staf yang bernama Wisnu.
“Tidak ada anak buah saya di kantor bernama Wisnu, dan tidak ada jadwal pembahasan terkait Perum Kota Impian Sukajaya karena sudah dilakukan pembahasan untuk perum tersebut di Aula Room Mall Pelayanan Publik DPMPTSP beberapa Minggu lalu,” ucap Hanafi saat dihubungi wartawan melalui ponselnya sedang dinas luar di Bandung.
Hati hati kang itumah akal akalan saja apalagi sampai minta uang 25 juta segala, terus menyebut nama kadis DPMPTSP saja udah salah. jangan digubris, itu penipuan klasik, ujar Hanafi dengan nada tegas.
Hal senada diungkapkan Kepala Bapenda Kota Tasikmalaya Hadi Riyaddi yang mengatakan, jika gaya penipuan dengan memunculkan foto dirinya apalagi sambil meminta sesuatu baik pulsa maupun sejumlah uang, ternyata bukan kali ini pertama terjadi.
“Modus penipuan dengan menampilkan foto dirinya, sudah sering saya menerima laporan dari mitra dan kawan kawan saya. Saya selalu bilang abaikan jangan diladeni, lebih baik telepon dan datang langsung temui saya. Jadi gaya penipuan seperti ini sering dialami juga oleh para pejabat dan tokoh dengan mencatut nama. Jadi hati hati, waspada jangan hiraukan apalagi ada yang meminta imbalan apapun mengatasnamakan pribadi,” pungkasnya saat ditemui wartawan diruang kerjanya, kemarin.













