Pewarta : Jeky EPSA.
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapadang di peisir Bendungan Jatigede selain menjadi icon wisata Sumedang , juga ternyata menjadi ladang meraup rejeki bagi sebagian orang di seputar lokasi bendungan kedua terbesar di Asia itu.
Seperti yang dilakukan Sudjana atau biasa dipanggil Nini Emeh pun melakukan hal itu. Dia menjajakan barang dagangan meja kursi yang terbuat dari bonggolan pohon Jati yang awalnmya dianggap limbah.
Memanfaatkan benda yang awalnya disangka tak berguna hingga bernilai jutaan rupiah memang tak mudah dilakukan. Untuk arah kesana perlu inovasi dan kreatifitas yang tinggi yang tak sembarang orang bisa melakukanya.
NIni Emeh seorang pensiunan guru SD, warga Dusun Kubangjaya, Desa Kebon Jati, Sumedang Utara, Kab. Sumedang, Jawa Barat mampu melakukan itu, mengubah barang yang dianggap limbah menjadi berharga hingga bisa dijual dengan harga jutaan.
” Saya terinovasi pembuatan ini awalnya gara – gara melihat benda yang mengapung di Bendungan Jatigede. Setelah ditelisik ternyata benda itu merupakan bonggolan Kayu Jati “, ujar nya kepada koransinarpagijuara.com di Jatigede menuju Masjid Al Kamil Jatigede, Minggu, (19/3/23).
Usai ditelaah, lanjut Sudjana, ternyata kayu itu bila dibuat perkakas meja kursi bisa menjadi bernilai seni tinggi dengan harga jutaan rupiah.
” Bonggol kayu itu merupakan Kayu Jati yang sudah puluhan bahkan ratuasan tahun silam hingga menghasilkan warna dan serat kayu yang khas dan bila dipoles akan menjadi barang antik yang bernilai luar biasa”, papar nya.
Maka akhir nya diapun bersama tim nya mengolah bonggol kayu jati itu menjadi pasangan meja dan kursi antik.
” Setiap libur kami menjajakan dagangan di area Bendungan Jatigede. Tepatnya di pintu masuk Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang”, ucap nya.
Dan, ucap Sudjana sudah banyak yang melihat – lihat, ” Para wisatawan sudah banyak yang melihat – lihat dan menyatakan ketertarikanya. Alhamdulilah Masjid Alkamil dan Menara Kujang Sapasang ini membawa berkah buat saya”, pungkas nya.













