Hukum & Kriminal

Rumah Tangga Retak Berujung Maut

adminsigiku.com
×

Rumah Tangga Retak Berujung Maut

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Moh. Sangkut

Kayuagung – Persoalan rumah tangga berujung tragis. An, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meninggal dunia setelah mengalami belasan luka tusukan dalam peristiwa berdarah yang terjadi tidak jauh dari kantor Inspektorat OKI, Senin (21/9/2026).

‎Dalam kasus tersebut, seorang perempuan yang disebut sebagai istri korban telah diamankan aparat kepolisian. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

‎Peristiwa tersebut mengundang perhatian karena korban merupakan ASN yang sehari-hari bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

‎Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga menyebutkan, hubungan rumah tangga An dan istrinya sebelumnya memang tengah mengalami keretakan. Keduanya bahkan disebut telah berpisah sekitar satu bulan dan proses perceraian masih berlangsung.

‎Aziz, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum korban, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, An sebelumnya diduga kerap mengalami kekerasan fisik dalam rumah tangganya.

‎Menurut Aziz, kondisi tersebut membuat An akhirnya mengambil langkah untuk mengakhiri hubungan rumah tangga melalui proses perceraian.

‎“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan. Akhirnya mengajukan proses perceraian,” kata Aziz, mengutip keterangan keluarga korban.

‎Ia mengatakan, pihak keluarga menduga persoalan rumah tangga dan proses perceraian tersebut berkaitan dengan peristiwa yang kemudian berujung pada kematian An

‎Namun, dugaan tersebut masih sebatas keterangan dan asumsi dari pihak keluarga. Motif sebenarnya serta siapa yang bertanggung jawab atas kematian korban masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Ditemukan Bersimbah Darah

‎Kabar mengenai peristiwa tersebut kemudian menyebar di lingkungan Inspektorat OKI. Sejumlah pegawai yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi.

‎Andika, salah seorang pegawai Inspektorat OKI, mengaku mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dan langsung menuju lokasi.Setibanya di sana, ia melihat An sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

‎“Saya baru mengetahui kabarnya dan melihat An, namun ia sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Andika.

‎Korban diketahui mengalami belasan luka tusukan. Meski sempat mendapat penanganan, nyawa An akhirnya tidak tertolong.

‎Peristiwa tersebut selanjutnya ditangani aparat kepolisian. Petugas melakukan langkah-langkah penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengurai rangkaian kejadian sebelum hingga sesudah peristiwa penusukan.

Polisi Masih Dalami Motif

‎Kasat Reskrim Polres OKI IPTU M. Raka Dwi Darma membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.“Kasus masih didalami,” ujar Raka.

‎Ia mengatakan, polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh. Motif di balik peristiwa tersebut juga masih didalami penyidik.Pihak kepolisian juga telah mengamankan terduga pelaku untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

‎Dengan diamankannya terduga pelaku, penyidik kini memiliki tugas untuk mengungkap secara terang rangkaian peristiwa yang menyebabkan Anton tewas, termasuk latar belakang hubungan korban dengan terduga pelaku, kronologi kejadian, serta motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.

‎Polisi memastikan proses hukum masih berjalan. Karena itu, dugaan mengenai motif maupun keterlibatan pihak tertentu masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan resmi.

‎Kasus ini sekaligus menjadi perhatian publik di OKI lantaran korban merupakan ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

‎Aparat kepolisian masih bekerja untuk memastikan seluruh fakta terungkap dan perkara tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.