Ragam

Pemkot Bandung Resmikan Anderpas, 60 Tenant Kuliner Disiapkan di Bawah Flyover Pasupati

adminsigiku.com
×

Pemkot Bandung Resmikan Anderpas, 60 Tenant Kuliner Disiapkan di Bawah Flyover Pasupati

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Andalan Kuliner Pasupati (Anderpas) di kawasan bawah Flyover Pasupati, tepatnya setelah Balubur Town Square (Baltos) menuju Jalan Pelesiran, Jumat (30/10/2026). Kawasan ini disiapkan menjadi pusat kuliner terpadu untuk menampung hingga 60 pelaku usaha.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan Anderpas diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui penyediaan ruang usaha yang lebih tertib, produktif, dan terintegrasi.

Pada tahap awal, sebanyak 20 tenant telah siap beroperasi. Sementara 40 tenant lainnya akan diisi secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan penataan kawasan.

Farhan menegaskan, penataan ruang usaha tidak harus dilakukan melalui pembangunan fisik yang mewah. Hal terpenting adalah menciptakan fasilitas yang mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat, khususnya keberlangsungan ekonomi pelaku usaha kecil.

“Penataan itu tidak harus selalu mewah. Terpenting adalah semuanya bisa berjalan untuk mengakomodasi setiap kepentingan. Dalam hal ini adalah kepentingan perekonomian rakyat,” ujar Farhan saat peresmian.

Ia menetapkan empat prinsip yang wajib dipatuhi pedagang dalam menjalankan aktivitas usaha di Anderpas. Pertama, bangunan atau sarana usaha tidak boleh bersifat permanen maupun semipermanen. Kedua, waktu operasional dibatasi maksimal 12 jam. Ketiga, pedagang wajib menerapkan prinsip datang bersih dan pulang bersih.

Menurut Farhan, kebersihan dan ketertiban kawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas kewilayahan. Seluruh pedagang harus memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan fasilitas yang tersedia.

“Ini adalah kolaborasi antara semuanya. Bukan sekadar perintah dari wali kota. Kita selalu mencari jalan keluar bersama, tetapi setiap hasil dari komitmen bersama ini harus dijalankan dan dijaga bersama – sama,” tegasnya.

Farhan juga meminta pedagang merawat gerobak dan fasilitas usaha yang disediakan melalui dukungan pihak swasta agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ia berharap Anderpas mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi pedagang, pekerja, pengunjung perkantoran, dan masyarakat sekitar tanpa mengabaikan aspek kebersihan serta kenyamanan lingkungan.

Usung Konsep Bandung Creative Urban Market

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kota Bandung, Budhi Rukmana, mengatakan pembangunan Anderpas merupakan bagian dari implementasi program Bandung Utama 2024–2029, khususnya pengembangan pusat – pusat kuliner.

Menurut Budhi, Kota Bandung memiliki potensi besar dalam aktivitas ekonomi informal. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung sistem pengelolaan yang terintegrasi sehingga membutuhkan penataan dan pemberdayaan secara berkelanjutan.

“Persoalan utama bukan karena kekurangan aktivitas ekonomi, melainkan belum terintegrasinya pengelolaan aktivitas tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Anderpas dikembangkan menggunakan konsep Bandung Creative Urban Market, yakni kawasan ekonomi bagi pelaku usaha informal yang mengintegrasikan penataan ruang, pemberdayaan usaha, dan pengembangan destinasi wisata kuliner baru.

Pengembangan kawasan ini juga merupakan tindak lanjut peralihan aset kawasan Teras Cihampelas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Anderpas selanjutnya menjadi ruang usaha bagi gabungan pelaku usaha informal dari Kecamatan Bandung Wetan dan kawasan Cihampelas.

Budhi menyebutkan, pembangunan Anderpas melibatkan sejumlah perangkat daerah, aparatur kewilayahan, TNI-Polri, serta dukungan sektor swasta.

PT Tirta Investama menjadi salah satu mitra yang mendukung penyediaan sarana dan prasarana usaha, termasuk gerobak bagi para pedagang.

Ke depan, Diskop UKM juga akan mengembangkan ekosistem usaha berbasis digital melalui perluasan jaringan dan peluang kerja sama dengan berbagai platform marketplace.

“Ke depannya, ekosistem usaha ini juga akan kita bangun melalui dukungan digital dan jaringan, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan marketplace maupun mitra lainnya,” kata Budhi.

Melalui Anderpas, Pemkot Bandung menargetkan aktivitas ekonomi informal dapat berkembang menjadi kawasan usaha yang lebih tertata, memiliki daya saing, dan berpotensi menjadi destinasi kuliner baru di Kota Bandung.