Ragam

Gaya RK Dalam Mengedukasi

adminsigiku.com
×

Gaya RK Dalam Mengedukasi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Disaksikan sejumlah guru, kepala sekolah, kepala KCD wilayah 1 dan Kadisdik Jawa Barat, dan sejumlah undangan, Ridwan Kamil (RK) interaktif dengan anak didik. RK interaktif langsung dengan ratusan anak didik.

Apa yang bisa kita petik dari gaya RK dalam mengedukasi anak didik. Mari kita lihat apa yang sudah Ia implementasikan pada anak didik di SMAN 1 Cigombong dalam giat gubernur temu anak didik.

RK menemui ratusan anak didik dari sejumlah sekolahan di SMAN 1 Cigombong. Ia berusaha memberikan sebuah terapi karakter pada ratusan anak didik. Bagaimana RK mengedukasi anak didik, nampaknya harus diadaptasi oleh para guru.

Apa yang Ia praktekan dalam mengeudaki anak didik jenjang SLTA? Diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, Ia tidak berdiri di podium dan formalistik serta jaim. Ia terjun dan larut ke tengah-tengah anak didik.

RK ingin menunjukan bahwa mengedukasi anak didik perlu suasana egaliter, tak terlalu berjarak, larut dan menyenangkan. Anak didik dibawa happy agar situasi belajar menyenangkan dan terjadi antusiasme interaktif.

Terbukti mayoritas anak mengacungkan tangan interaktif dengan apa yang disampaikan dan ditanyakan RK. Proses edukasi terjadi secara fokus dan antusias. Ini memang tak mudah, perlu pendekatan pedagogik dan gaul. Anak didik antusias, fokus dan interaktif sa’at belajar tentu tak mudah.

Kedua, mendemontrasikan contoh langsung, Ia mencari anak yang telah berbuat baik. Ia bertanya, “Siapa yang hari ini bersodakoh?”.

Dari ratusan anak, ada anak yang mengacungkan tangan. Ia dihadirkan ke depan ratusan siswa. Ia dijadikan contoh sosok dan pribadi terbaik yang peduli pada sesama dan sekitar.

RK mau menyampaikan pesan pada semua siswa tentang pentingnya berbuat baik, memberi dan peduli. Para pemberi tidak akan rugi, Allah akan lipatgandakan. Terbukti, anak didik yang sodakoh di pagi hari Rp 10 ribu, Allah gantikan dapat sepeda terbaik dari dirinya.

Ketiga, Ia mengedukasi anak didik bagi RK perlu apresiasi, afirmasi dan hadiah bila perlu. Perlu sebuah penguatan, motivasi, pujian dan bahkan hadiah bagi setiap anak yang telah berbuat baik, melakukan hal baik dan belajar dengan baik.

Tiga hal di atas penting, yakni mengedukasi dengan happy/egaliter, memberi contoh dengan “best practice” apa yang sudah dilakukan anak didik dan mengapresiasi setiap anak didik yang sudah belajar serta berbuat terbaik.

RK pun menyatakan bahwa, Ia tidak memberikan pelajaran formal, karena sudah diajarkan oleh para gurunya. Ia menemui anak didik untuk memberikan penguatan karakter dengan interaktif langsung.

Kehadiran RK mendapatkan antusias luar biasa dari ratusan pelajar SMAN 1 Cigombong dan perwakilan siswa sekolah lainnya. Menurut Saya, ini adalah hal positif untuk anak didik kita.

Para tokoh idola, tokoh nasional dan sejumlah inspirator kenamaan yang disukai anak didik, perlu dihadirkan ke semua sekolahan. Mengapa? Untuk menterapi dan memotivasi anak didik yang saat ini hidupnya terlalu melekat dengan dunia maya.

Perlu sentuhan dunia nyata yang lebih menarik dan mengedukasi. Anak didik sa’at ini adalah anak didik yang kesehariannya “terpesona” dunia maya.

Sekolah penting menghadirkan idola nyata yang disukai anak didik, untuk menyeimbangkan input realitas dunia maya. RK, setidaknya dalam giat temu anak didik sudah melakukannya