Kacida ! Untuk Penyaluran Beras Bansos ke Warga, Kantor Pos Tasikmalaya Beri Honor “Seribu Rupiah” Ke Kelurahan

0

Keterangan Foto : Pembagian Bansos Beras ke Warga Kelurahan Cikalang dari PT.Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya, dikerjakan oleh staf dan kader Kelurahan sendiri dengan honor yang kacida pisan.

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,-
Penerima Bantuan Pangan (PBP) tahun 2023 dari Pemerintah RI untuk Alokasi Bulan Maret 2023 berupa beras 10 Kg untuk satu kepala keluarga, mulai disalurkan oleh PT Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya ke kantor kantor Kelurahan di Tasikmalaya.

PBP dari Pemerintah RI yang melibatkan 3 lembaga yakni, Bantuan Pangan Nasional, PT.Pos Indonesia dan Bulog itu, ternyata kini mulai terendus kabar kurang sedap sekaligus miris khususnya dalam masalah honor bagi petugas juru serah yang kali ini dibebankan kepada kelurahan masing masing, bukan pegawai PT.Pos Indonesia yang biasanya menjadi juru serah sekaligus petugas pengelola data geotaging dan foto penerima PBP.

“Seluruh petugas pengelola dan pendataan termasuk juru serah kali ini dibebankan kepada pihak kelurahan, jadi kami mengerahkan staf kelurahan hingga kader kader termasuk karang taruna kelurahan,” ucap Lurah Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Eri Hendrawan,SH., Saat ditemui Koran Sinar Pagi disela sela kegiatan PBP warga Cikalang di aula kantornya, Rabu (12/4/2023) pagi tadi.

Lurah Eri mengeluhkan terkait system’ PBP kepada warganya yang hanya diberi honor seribu rupiah per karung oleh PT.Pos Indonesia cabang Tasikmalaya. Padahal dalam 3 hari ini, ada sekitar beberapa staf dan kader termasuk karang taruna Cikalang yang dikerahkan untuk membantu kelancaran dalam penyaluran PBP warganya.

“Kalau mau jujur dalam PBP kali ini beban yang ditanggung Kelurahan cukup berat. Sementara honor yang diberikan kantor pos hanya seribu rupiah per karung (10 kg). Jadi bisa ditebak, jika di Kelurahan Cikalang, bantuan beras yang diterima sebanyak 2,4 ton beras. Silahkan kalikan dengan angka seribu tadi, berapa rupiah yang diterima kelurahan untuk membayar staf dan kader serta karang taruna termasuk Babinsa dan Babin Kamtibmas ?”, Keluh Eri yang saat itu didampingi Ibu Kasie Kesra.

Keluhan Lurah Cikalang itu rasa rasanya. Tak akan jauh beda dengan lurah lurah lain pada umumnya khususnya di Kota Tasikmalaya. “jika ini bukan keterikatan pengabdian dan pelayanan kepada warga PBP, mungkin jika ada tawaran kembali dari kantor pos, pihak kelurahan rasa rasanya akan mempertimbangkan kembali, silahkan saja PT.Pos yang membagikannya secara langsung, kepada warga,” kata Eri.

Termasuk jika ada komplen masalah kwalitas beras hingga misalkan ada yang hilang beras, disini pihak Kelurahan yang harus menanggung kerugian, sementara pihak PT.Pos seolah cuci tangan dan tidak tahu menahu, padahal dalam undangan PBP ke warga, yang mengundang itu PT.Pos Indonesia.

Dari pantauan serta data data yang berhasil dihimpun, dalam penyaluran PBP berupa beras satu karung berisi 10 kg itu, jika di uangkan harganya 150 ribu per karung. Sementara setiap kantor kelurahan hanya diberi seribu rupiah per karung nya.

Pengamat Kebijakan Publik, Uus Firman SE mengaku miris sekaligus prihatin, dari jumlah harga beras yang dipatok Bulog melalui PT Pos Cabang Tasikmalaya untuk honor Kelurahan tadi hanya dibeti seribu rupiah perkarung .

“Jika harga beras PBP tadi dihargai 150 ribu per karung, sementara dari pihak suppliyer beras dijual 100 ribu rupiah, berarti ada keuntungan yang sangat mencolok sekitar 50 ribu rupiah. Sementara kantor kelurahan dibagi hanya seribu rupiah per karung, lalu sisa keuntungan 49 ribu rupiahnya dikali ribuan ton masuk kemana ?’,” tanya Uus yang juga Ketua LSM JANUR kepada wartawan.

Oleh karena itu, masih kata Uus, pihak Aparat Penegak Hukum (APH) berharap bisa segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan terkait sisa keuntungan tadi, apakah ngendap di PT Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya atau di Bulog sendiri, kata Uus.

Terpisah, Koordinator Satgas Bansos di Kantor PT.Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya, Iksan saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/4/2023) pagi sedang tidak berada ditempat.

“Pak Ikhsan sedang melakukan monitoring bansos ke wilayah Kabupaten Tasikmalaya, begitu pula Kepala Kantor Cabang,” ujar Edi Bagian SDM pada PT.Pos Indonesia Cabang Tasikmalaya kepada wartawan.

Menurut sepengetahuan dirinya, dalam PBP ini pihak PT.Pos hanya bertugas untuk melakukan distribusi bantuan beras dari Bulog ke warga warga PBP, lalu di drop ke masing masing kantor kelurahan.

Terkait dengan honor seribu rupiah per karung bagi pihak kelurahan, dirinya sama sekali tidak tahu menahu.

“Kebetulan pihak satgas bansos sedang tidak ada, namun masalah uang honor yang seribu rupiah itu menurut saya sepertinya sudah kebijakan diatas, antara Bulog dan Badan Pangan Nasional. Tapi untuk lebih jelasnya nanti akan saya tanyakan kembali ke satgas bansos langsung, ” pungkas Edi. (***)