Peristiwa

Polusi Udara Belum Usai, TPAS Cibereum Wetan Sumedang Kini Menjadi Lembah Api Penyakit Ancam Kesehatan Warga

adminsigiku.com
×

Polusi Udara Belum Usai, TPAS Cibereum Wetan Sumedang Kini Menjadi Lembah Api Penyakit Ancam Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini

Pewarta: S. Gervan Epsa

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Tempat Pembuangan Akhir Sampah ( TPAS) Blok Tegal Panjang, Dusun Ciseureuh, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang kini menjadi lembah api bagi warga sekitar.

Dengan kurangnya perhatian dari dinas terkait, kini masyarakat Kecamatan Cimalaka khususnya Cibereum Wetan mengalami dampak polusi dari Lembah Api yang ada di TPAS

Dengan kejadian yang belum usai ini, sejumlah warga Cibereum Wetan mengalami dampak dari polusi tersebut, seperti ISPA, terkena penyakit kulit dari dampak polusi udara dan air.

Saat dijumpai di Kantor Desa Cibeureum Wetan, beberapa perwakilan yang mewakili warga menyampaikan keluh kesah nya kepada media.

“Sesuai laporan dari warga saya langsung datang ke lokasi jam 01.30 pagi untuk ngecek langsung ke lokasi, dan ternyata betul bau dan asap yang ada di TPAS sangat menyengat,” ujar perwakilan warga Dusun Ciseureuh, Otay, Jum’at (1/9/2023)

Masih dilokasi, Otay menjelaskan, itu tidak hanya pagi saja bau menyengat ke pemukiman warga, tetapi sore hari pun sama asap dan bau dari TPAS turun ke pemukiman warga dusun Ciseureuh.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Umum Desa Cibeureum mewakili warga, Rohana, mengatakan, pada intinya komitmen pada saat itu bahwa adanya TPAS disitu rencana nya sampah masuk kesitu lalu timbun, kemudian adanya pemilahan-pemilahan pada saat itu ada tetapi sekarang tidak ada. Memang ada pembahasan kalau tidak ditimbun itu dibakar, tapi saya ingin mengajak ke Pimpinan Daerah untuk menyelamatkan warga sekitar khususnya Desa Cibeureum Wetan.

“Kita buat jadwal lalu duduk bersama untuk menyelamatkan warga sekitar, karena adanya seperti ini bukan menyelamatkan, tetapi malah menambah penyakit untuk warga sekitar, kalau tidak percaya kepada Para Pimpinan yang ada, mari kita cek ke lokasi bersama-sama karena saya sering piket untuk ketahanan pangan,” tegasnya

Masih dilokasi, Rohana memaparkan, adanya pembakaran yang terjadi saat ini sangat berdampak negatif kepada ketahanan pangan yang ada disini, dan mengganggu aktivitas masyarakat. Saya sangat berharap kepada Pimpinan Daerah dengan ada nya pembakaran ini gimana caranya jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Lanjut Rohana, menjelaskan, pembakaran dari TPAS ini berdampak kepada pencemaran Air, pencemaran Udara yang dihisap sehingga beberapa warga di Rawat di RSUD Sumedang karena terkena ISPA, apalagi korban nya bayi dibawah lima tahun (balita). Saya pribadi merasakan sesak nya nafas ketika ada di area TPAS.

Selain itu, Ketua BPD Cibeureum Wetan, Ading Sutisna, menegaskan, Sekarang kita lihat dari sisi substansi, memang ada komitmen dari masyarakat kepada Pemerintah Daerah dari tahun 1996, apabila dihitung sampai sekarang berarti sudah berjalan 27 tahun. Tetapi saya selaku BPD, di Desa ini tidak ada dokumen-dokumen perjanjian. Berarti pembuangan sampah ini berjalan secara konvensi, kesepakatan antara masyarakat dan Desa.

“Memang kita maklum bahwa pada tahun 1996 mungkin aturan-aturan kaitan kerjasama masih diabaikan. Tapi dalam tata aturan saat ini harus 30 tahun kalau ada kerjasama. Sekarang kita analisis kalau sampai 30 tahun, berarti habis 3 tahun lagi kalau dihitung dari 1996,” paparnya

“Lalu sistem pengolahan sampah itu ada dua teknis, tetapi dalam teknis ini harus ada IPAL. Sedangkan IPAL ini berfungsi dari pemilahan sampah kasar dengan sampah licin. Kalau saya rasa dilihat diatas itu tidak berjalan, karena buangan-buangan seperti IPAL nya seperti kolam-kolam itu kering, sehingga tumpukan sampah itu terbangun disitu buangannya,” tuturnya

Masih dilokasi yang sama, Ading menambahkan, karena tidak disiplinnya pembuangan sampah tidak teratur. Oleh karena itu saya mewakili warga Desa Cibeureum Wetan yang laporan kepada kami sangat berharap kepada Dinas terkait atau Pemerintah Daerah agar segera mengambil tindakan.

Turut hadir dala menyampaikan keluh kesah kepada media, Warga Dusun Cibereum Wetan, Kepala Dusun, Kasi Pelayanan Umum, Ketua BPD Cibereum Wetan, Babinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Cimalaka.****