OPINI/Artikel

Harga Beras Naik, Islam Solusi Terbaik

adminsigiku.com
×

Harga Beras Naik, Islam Solusi Terbaik

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yuni Irawati (Ibu Rumah Tangga)

Mengungkap kenaikan harga beras yang kian melegit, H. Dasep Kurnia Gunarudin sebagai tokoh dan legislator dari Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bandung, menilai bahwa naiknya harga beras bisa meningkatkan kesejahteraan petani, akan tetapi akan berdampak pada menurunnya tingkat ketahanan pangan. Selain itu, akan berakibat pula pada rendahnya tingkat gizi di kalangan masyarakat yang berpotensi pada gizi buruk, dan juga menambah daftar angka kemiskinan masyarakat.

Diketahui bahwa, Kenaikan harga beras terjadi karena menurunnya produksi dalam negeri akibat kemarau yang berkepanjangan dan juga naiknya biaya produksi, ditambah dengan kelangkaan pupuk bagi para petani hingga banyak petani akhirnya memakai pupuk non PSO yang harganya sangat mahal. Selain itu, kenaikan harga beras ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat atau bisa juga imbas dari kenaikan harga BBM.

Tingginya harga jual beras memang menguntungkan bagi sebagian para petani, mereka yang mempunyai modal besar tetap bisa menanam padi, akan tetapi bagi para petani yang tidak memiliki modal maka, dia kan beralih ke pertanian lainnya, seperti palawija, atau malah membiarkan sawahnya kering tanpa bisa digarap. Sementara bagi masyarakat umum, kenaikan harga beras ini menambah beban berat. Dan jika harga beras ini terus naik, tentu bencana kelaparan dan krisis pangan akan terjadi di tengah-tengah masyarakat..

Upaya pemerintah untuk menormalisasi harga beras terus dilakukan, namun tetap tak mampu mengeluarkan masyarakat dari permasalahan kebaikan berbagai bahan pokok. Sementara itu, konversi lahan dilakukan para kapitalis. Lahan-lahan yang subur mereka gunakan untuk membuka industri dan perumahan sehingga mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian. Semua ini menunjukkan kepada kita bahwa, pemerintah tak pernah serius menanggapi permasalahan kenaikan harga ini. Dan juga memperlihatkan kelemahan negara dalam kedaulatan pangan. Negara hanya menjadi regulator bagi para korporator, mengikuti seluruh arahannya demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang sangat diperhatikan dalam islam, sehingga pemenuhannya diwajibkan atas negara dengan dilandasi oleh keimanan kepada Allah dalam melaksanakan seluruh amanahnya, sebab pemimpin dalam Islam yakin bahwa amanah yang dipikulnya akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Maka dari itu, pemimpin dalam Islam akan memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat secara keseluruhan dengan mudah, murah dan berkualitas. Sistem Islam mengharamkan pemerintah mematok harga, sebab harga merupakan hak Allah. Islam memiliki mekanisme agar ketersediaan pangan dan harganya tetap terjaga.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan, Islam memiliki kebijakan dengan menyediakan lahan pertanian, jika ada lahan yang tak digarap selama tiga tahun maka pengelolaannya diserahkan kepada negara untuk kemaslahatan masyarakat, kemudian juga negara akan meminimalkan alih fungsi lahan dan juga meningkatkan kualitas benih, pupuk, metode pertanian dsb.

Untuk menstabilkan harga bahan pokok negara akan mengatur pendistribusiannya dengan memotong rantai distribusi hingga dapat meminimalkan biaya. Jika kecurangan terjadi maka Sanski dalam Islam akan diberlakukan sesuai hukum Islam. Semua dilakukan atas dorongan iman kepada Allah. Maka hanya dengan sistem Islam, kesejahteraan itu akan terwujud.
Wallahu’alam bishawab