Politik

Begini Penjelasan Ketua DPD Partai PKS Tidak Hadir Dalam Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman

adminsigiku.com
×

Begini Penjelasan Ketua DPD Partai PKS Tidak Hadir Dalam Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Partai Golongan Karya (Golkar) bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sumedang, menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumedang Tahun 2024 yang bertempat di aula Gedung Golkar Sumedang, Minggu (24/06/2024).

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumedang, Yana Flandriana menjelaskan kepada media bahwa Partai PKS tidak menghadiri acara Nota Kesepahaman itu karena ada beberapa alasan.

“Jadi yang pertama perlu dipahami bahwa sebetulnya acara kemarin itu adalah kunjungan balasan rekan-rekan PDIP kepada rekan-rekan Golkar,” ujar Yana kepada media, Senin (24/06/2024)

Perlu diketahui bersama bahwa sebelumnya pada bulan Mei telah ada kunjungan silahturahmi dari Partai Golkar bersama dengan Partai PKS ke Partai PDIP, dalam kunjungannya itu ditandai dengan penandatanganan MOU Kesepahaman.

“Sebetulnya acara kunjungan balasan kemarin juga dari pihak PKS diundang oleh rekan-rekan Partai Golkar sebagai penyelenggara, hanya dalam agenda kemarin yang diselenggarakan itu akan ada tanda tangan Nota Kesepahaman diantara Partai Koalisi,” jelasnya

Lanjut Yana menjelaskan, setelah kami pelajari bahwa diantara Nota Kesepahaman itu ada point yang masih harus kami konsultasi kan ke DPP PKS dan juga DPW PKS Jawa Barat, yang mana sampai kemarin tanggal (23/06) ternyata kami belum mendapatkan arahan atau intruksi dari DPP PKS maupun DPW PKS Jawa Barat.

Dalam nota kesepahaman itu disebutkan bahwa, Calon Bupati yang akan diusung dari Partai Golkar adalah sepuluh kursi sedangkan Calon Wakil Bupatinya dari PDIP delapan kursi untuk menghadapi Pilkada Sumedang Tahun 2024.

“Otomatis sebagai perpanjangan tangan struktur di daerah, akhirnya DPD PKS Kabupaten Sumedang belum siap menandatangani nota kesepahaman, karena belum ada arahan lebih lanjut dari DPP PKS dan DPW PKS Jawa Barat,” tegasnya.

Oleh karena itu, kemarin Nota Kesepahaman tidak kami tandatangani, ujar Yana, dalam artian yang bersepaham dalam hal itu baru dua Partai, yaitu Partai Golkar dan Partai PDIP, dan kami juga meminta maaf kepada rekan-rekan Golkar untuk tidak hadir di acara kemarin.

“Namun demikian, kami tetap menghargai dan menghormati proses politik yang terjadi, yang dilakukan mitra koalisi kami, yaitu Golkar dan PDIP, dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman,” pungkasnya

Masih dilanjutkan Yana, namun izinkan kami di PKS untuk mengambil sikap sampai saat belum menandatangani Nota Kesepahaman karena masih ada yg harus dikonsultasikan, dan menunggu arahan lebih lanjut dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Provinsi Jawa Barat.