Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Ahaaa… sangat menarik bagi guru Indonesia terkait informasi setiap guru akan dapat gaji Rp 2 juta. Informasi ini terkait orasi Hashim Djojohadikusumo pra pilres.
Bagi entitas guru hal terpenting adalah status dan kesejahteraan. Status dari honorer menjadi ASN dan peningkatan kesejahteraan. Harapan tambahan gaji Rp 2 juta sangat dinantikan.
Kini sejumlah info menjelaskan bahwa Mendikdasmen di 100 hari kerja akan ada peningkatan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan di tahun 2025 akan ada peningkatan kesejahteraan guru.
Ia pun menjelaskan bahwa yang akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan “bersyarat” kualifikasi? Apa kualifikasinya? Kualifikasinya adalah guru yang sarjana dan bersertifikat pendidik.
Moga saja ada “kualifikasi” lain, misal pengabdian yang sudah melintas 10 tahun, guru ASN atau pun guru honorer. Plus guru guru yang bekerja di daerah 3T. Mengapa tidak?
Hal lainnya adalah peningkatan signifikan meng_ASN kan guru honorer. Perubahan status dan peningkatan kesejahteraan guru adalah hal prioritas bagi entitas guru.
Entitas guru sangat mengenang Presiden Gus Dur, karena ada kenaikan gaji PNS yang “mengesankan”. Presiden Jokowi identik dengan gaji ke 14. Presiden Prabowo?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, presiden terpilih Prabowo Subianto akan mengumumkan rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2025.
Bagi para guru, presiden baru, tahun baru 2025 adalah harapan baru. Bila ada ungkapan “Apa pun makananya, minumannya teh botol sosro”. Ada pula ungkapan, “Siapa pun presidennya, yang penting kesejahteraannya”.
Simpulan dan harapan guru, hanya dua hal, pertama ASN kan guru honorer dan naikan gaji guru ASN. Bila semua guru honorer di sekolah negeri di ASN kan dan gaji guru naik signifikan, maka semua love Prabowo.
Guru honorer tak perlu gajinya dinaikan, yang mereka butuhkan naikan statusnya jadi ASN. Itu saja. Kalau guru ASN tak butuh status tapi butuh kenaikan. Ahaaa.











