Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Beberapa minggu yang lalu, datang seorang Ketua OSIS ke ruangan saya, ditemani seorang guru muda. Intinya mereka bertanya, “Bolehkah kami (OSIS) memberikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru?”.
Saya jawab, “Boleh nak, mengapa tidak?”. Mengucapkan selamat, mengapresiasi, dan turut bahagia atas kebahagiaan orang lain adalah baik. Setidaknya, saya katakan demikian.
Narasi Prof. Dr. KH Buya Syakur, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, Prof. Dr. KH Komaruddin Hidayat, termasuk jajaran ulama yang apresiatif pada pemeluk agama yang berbeda. Mereka mendukung budaya ucap selamat pada sesama ciptaan Tuhan.
Sheikh Yusuf Al Qardhawi ulama besar Mesir mengatakan bahwa ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani merupakan bagian dari akhlak Islam yang mengedepankan toleransi dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Sheikh Yusuf Al Qardhawi merujuk pada QS. Al-Mumtahanah ayat 8, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama, dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Berlaku adil, mencintai, setara/sejajar, menguatkan kerukunan, menebar kedamaian, menebar cinta kasih, mengucap selamat adalah hal positif dalam ruang sosial umat manusia. Terutama di ruang sosial yang beragam.
Sungguh indah bila budaya apresiasi, ucap selamat dan menganggap orang lain adalah bagian dari diri kita dalam satu tubuh besar bernama body social. Allah maha rahman dan rahim, mari kita duplikasi sifat_Nya yang memperlakukan semua hamba_Nya sederajat, kecuali akhlaknya.
Dalam kajian tafsir kauniyah, matahari setiap pagi seolah memberikan ucapan selamat pagi pada semua umat manusia, tanpa memandang keragaman apa pun. Begitu pun udara dan tanah yang kita pijak, mereka mengucapkan selamat setiap hari. Ini pesan ayat kauniyah dari matahari, udara dan tanah.
Kita? Mari kita budayakan ucapan selamat dan suka cita atas kebahagiaan orang lain. Ini adalah sebuah energy dan vibrasi positif yang harus diresonansikan di mana kita berada.
Sebagai penguatan, saya kutip spirit sahabat Budha yang berbunyi “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta”. Artinya, “Semoga Semua Makhluk Berbahagia” Sebuah spirit doa yang melintasi manusia dan kelompok, semua makhluk.
Makhluk selain manusia pun didoakan, apalagi kita sesama manusia. Masih ingatkah? Siapa yang tidak “mengucap selamat” atas penciptaan Adam AS? Alasan tidak mengucap selamat pada Adam AS adalah merasa paling lebih sempurna.
Saya ucapkan, “Selamat Natal Dan Tahun Baru 2025” khusus anak anak ku tercinta. Semoga kalian menjadi pribadi pribadi terbaik yang membanggakan keluarga, sekolah, agama dan negara mu. Letakan cinta dan akhlak mulia di atas dogma yang kita pahami.











