Oleh: Sumiati
Beberapa waktu lalu tepatnya hari Minggu (19/1/2025) sepertinya menjadi harapan bagi penduduk Palestina terutama Gaza. Dimana pada hari itu Zionis Israel dan kelompok militan Hamas bersepakat untuk mengadakan gencatan senjata. Namun harapan itu akan musnah tatkala dua anggota kabinet telah menyuarakan penentangan terhadap gencatan senjata. Hal ini karena Mentri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir mengancam keluar dari pemerintahan jika menyetujui kesepakatan.
Di sisi lain kantor Perdana Menteri (PM) Benyamin Netanyahu, menuduh Hamas telah mengingkari beberapa bagian perjanjian perdamaian. Hal itu dibantah oleh Hamas karena tidak berdasar. Bahkan Israel semakin gencar membombardir Gaza dan menyebabkan puluhan tewas. Dilansir dari CNBC Indonesia (Jum’at, 17/1/2025).
Zionis Israel memang tidak memiliki rasa kemanusiaan, saat rencana gencatan senjata justru mereka semakin beringas dalam menjajah. Gencatan senjata ini adalah langkah awal Hamas dan Israel untuk mengakhiri sementara perang di Gaza. Adapun kesepakatan yang dirancang mencakup penghentian pertempuran, pertukaran sandera, penarikan pasukan, dan upaya rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang.
Tapi Yahudi tetap Yahudi, mereka selalu mengingkari janji. Karena penjajahan sudah menjadi sifat mereka. Mereka tidak akan puas sebelum kaum Muslim musnah. Hal ini Allah SWT sampaikan didalam firman-Nya QS. al-Maidah [5]:82, yang artinya;
“Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….”
Gencatan senjata bukanlah solusi bagi Palestina, karena gencatan senjata hanya bersifat sementara saja. Setelah gencatan senjata selesai maka Yahudi akan kembali menjajah Palestina karena sifat Yahudi adalah penjajah. Sifat Yahudi juga, mereka tidak pernah menepati janji, mereka selalu mengingkari janji yang telah disepakati. Ini pernah terjadi di masa Rasulullah saw. dalam piagam Madinah, Yahudi mengingkari kesepakatan tersebut.
Gencatan senjata ini hanya menjadikan Yahudi tidak melakukan serangan kepada kaum Muslimin di Gaza dalam beberapa waktu dengan diberi tahapan-tahapan. Meskipun gencatan senjata tidak bersifat sementara sehingga terjadi perdamaian bersifat permanen, namun tetap itu bukan solusi bagi kaum Muslimin sebab itu adalah solusi yang tidak diijinkan oleh Allah SWT.
Apa yang dilakukan oleh zionis Yahudi terhadap kaum Muslim di Gaza adalah penjajahan. Penjajahan tidak akan selesai dengan perdamaian tapi dengan perlawanan. Seharusnya negeri-negeri kaum Muslim yang ada di sekitar Palestina mengirimkan pasukan militernya untuk melawan zionis Israel.
Maka tidak ada solusi lain untuk menuntaskan genosida di Palestina selain dengan jihad dan khilafah. Khilafah akan mengirimkan pasukan militernya ke Palestina. Jihad dengan mengirimkan pasukan militer ke Palestina ini akan memberikan rasa takut pada zionis Yahudi. Sebenarnya zionis Yahudi tidaklah kuat, mereka terlihat kuat karena kaum Muslim saat ini belum bersatu tetapi kalau kaum Muslim bersatu ini akan menggetarkan zionis. Wallahu’alam bishshawab











