Keterangan Foto : Direktur PT KARSA Abdi Husada H.Cecep Hendra MBA saat memberikan keterangan Konferensi Pers kepada awak media di Graha Karsa Abdi Husada, RS Jasa Kartini Tasikmalaya.
Pewarta : Tono Efendi
Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya),- RS Jasa Kartini terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan upaya layanan yang berkualitas, termasuk memperbaiki sarana dan prasarana dengan menghadirkan akses layanan digital, agar memudahkan pasien dalam mengakses fasilitas kesehatan dengan lebih cepat serta efisiensi.
Sejak berdirinya Rumah Sakit Swasta terbesar dan termegah di Priangan Timur pada 9 Maret 1997, kini di usianya yang ke 28 tahun, Rumah Sakit Jasa Kartini selalu konsisten dalam menjaga dan mempertahankan kepercayaan publik.
Siapa sangka RS Jasa Kartini yang dahulu nya berupa laboratorium Klinik Budi Kartini di Jl.Otto Islandardinata Kota Tasikmalaya, kini berkat kepiawaian pendirinya H.Sachmin Radianto (Almarhum) berubah menjadi Rumah Sakit Swasta pertama termegah di Tasikmalaya, dan Kini RS Jasa Kartini memiliki status Paripurna.
Menurut Direktur PT KARSA ABDI HUSADA, H.Cecep Hendra,MBA,. Menjelaskan, dengan kemajuan tekhnologi, tekhnologi banyak perubahan sistem yang harus dan mau tidak mau rumah sakit harus ikut dalam kebijakan yang diterapkan, seperti halnya kebijakan tekhnologi digital.
Bahkan dalam menghadapi kebijakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, mulai awal Juli 2025 mendatang seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia harus menerapkan Program KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) termasuk di RS Jasa Kartini.
“Saat ini RS Jasa Kartini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kebijakan dalam menerapkan KRIS. Dimana kita harus mengikuti regulasi sesuai 12 kriteria dalam memenuhi persyaratan KRIS”, terang Cecep Hendra saat konferensi Pers kepada awak media cetak dan elektronik di Aula Graha Karsa lantai 5 RS Jasa Kartini, Senin (17/3/2025) malam tadi sekaligus usai memperingati Malam Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan kegiatan Tasyakur Binn’mah Milad ke 28 RS Jasa Kartini.
Bahkan disamping itu, masih kata Cecep, tuntutan digitalisasi ini sebetulnya sudah diterapkan dalam segala macam perijinan di pemerintahan termasuk rumah sakit, seperti halnya perijinan yang sudah dikelola dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Oleh karena itu dia berpendapat, dengan digitalisasi ini tentunya semuanya akan lebih memudahkan untuk management rumah sakit itu sendiri, termasuk para dokter dan perawat dalam berkerja.
“Saat ini kita bisa melihat, tulisan diatas kertas-kertas sudah mulai berkurang, bahkan para dokter pun sekarang cukup bawa komputer mini tablet saja. Ketemu dengan perawat juga bisa dimana saja, untuk mengetahui status pasien, tinggal klik seluruh bisa terbaca saat itu juga,” ucapnya.
Saat ini di Tasikmalaya sudah terdapat 15 Rumah Sakit yang terlah berdiri. Namun demikian keberadaan RS Jasa Kartini mampu konsisten serta mempertahankan eksistensi sebagai Rumah Sakit Swasta terdepan dan utama dalam memberikan dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Perkembangan RS Jasa Kartini memang kini terlihat begitu pesat, target yang akan dihadapi saat ini, pihak PT KARSA ABDI HUSADA akan membangun kembali dengan memperluas lahan yang baru saja dimiliki di Jl Tarumanegara untuk bangunan baru ruang rawat inap.
Bahkan bukan itu saja, dalam waktu yang tidak lama lagi, akan segera di bangun RS Jasa Kartini ke dua di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat.













