Pewarta : Rosita Dewi
Kabupaten Ogan Ilir – Akibat meluapnya Air Batanghari Sungai Ogan, mengakibatkan belasan hektar tanaman padi di sawah Desa Sungai Rotan Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir terendam banjir, terancam gagal panen.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu petani warga Desa Sungai Rotan Wahyudi, Kamis (23/5/2025). Ia mengaku dirinya sangat khawatir tanaman padi di sawahnya rusak akhirnya gagal panen.
“Untuk tanaman padi di sawah saya sendiri yang terendam banjir sekitar satu setengah Hektar, kerugian yang saya alami saat ini sekitar kurang lebih 5 juta rupiah, dan persediaan bibit padi untuk menanam padi kembali, sudah tidak ada,” ungkapnya.
Diterangkannya tanaman padi di sawah yang terendam banjir di akibatkan oleh luapan air Batanghari Sungai Ogan.
“Tanaman padi kami tenggelam oleh banjir di akibatkan luapan air Batanghari dari Sungai Ogan yang terus meningkat dalam satu Minggu ini,” ujarnya.
Dirinya berharap saat ini ada bantuan segera dari pemerintah kabupaten Ogan Ilir khususnya dari Dinas pertanian.
” Keadaan air Batanghari Sungai Ogan terkadang meluap dan terkadang seketika mendadak surut, membuat kami para petani pusing kapan waktu yang tepat menanam padi, seperti saat ini tanaman padi kami hampir keseluruhan terendam banjir, kami berharap pemerintah kabupaten Ogan Ilir khususnya pihak terkait Dinas pertanian kabupaten Ogan Ilir bisa segera memberikan bantuan berupa bibit padi, agar kami segera bisa mempersiapkan bibit padi untuk menanam kembali padi di sawah, kalau tidak para petani akan mengalami kerugian besar gagal panen, krisis ekonomi tak bisa di hindari karena bersawah adalah satu- satunya mata pencaharian kami, tidak ada pekerjaan lain,” terangnya.
Para petani Desa Sungai Rotan juga berharap untuk ditahun mendatangkan pemerintah kabupaten Ogan Ilir segera membangun tanggul pintu air, agar tamanan padi di sawah mereka tidak lagi tenggelam banjir akibat luapan air Sungai.
“Kami berharap pemerintah kabupaten Ogan Ilir bisa membantu kami saat ini dan juga untuk di tahun mendatang. Air Batanghari Sungai Ogan ini sering tak tentu kedalaman, oleh karena itu kami berharap di desa kami ini segera di bangun tanggul pintu air, agar air di sawah bisa lebih mudah diatur kedalamnya, tak mengikuti keadaan air Batanghari mudah surut dan mudah dalam seketika,” harapnya.
Sementara menurut kepala desa Sungai Rotan Nopriyanti mengatakan bahwa luas tanaman padi di sawah yang terendam banjir sekitar kurang lebih 15 Hektar.
“Saat ini di perkirakan tanaman padi di sawah yang terendam banjir sebanyak kurang lebih 15 Hektar, akibat terendam banjir masyarakat desa Sungai Rotan terancam gagal panen, sedang persediaan stok cadangan bibit padi para petani saat ini minim, saya selaku kepala desa Sungai Rotan sangat berharga pemerintah kabupaten Ogan Ilir khususnya pihak terkait Dinas pertanian kabupaten Ogan Ilir bisa segera memberikan bantuan bibit padi dan juga racun hama, agar para petani di desa kami bisa segera menanam kembali padi di sawah, dan racun untuk membasmi hama yang saat ini meresahkan para petani akibat terdampak banjir,” ungkapnya.
Dirinya khawatir kalau tanaman padi di sawah yang rusak akibat terendam banjir tidak segera di Tanggulangin, para petani di desanya bisa merugi hingga 90 ton padi.
“Kalau permasalahan tanaman padi terendam banjir saat ini tidak segera ditangani saya khawatir para petani akan mengalami kerugian besar, karena biasanya satu hektar sawah bisa menghasilkan 6 ton padi, saat ini kurang lebih 15 Hektar sawah terendam banjir jadi kerugian yang akan di alami oleh para petani bisa gagal panen sekitar 90 ton padi. Dan krisis ekonomi tidak bisa di hindari karena bersawah adalah satu-satunya mata pencaharian warga masyarakat di desa kami,,tidak ada pekerjaan lain,” terangnya.
Sedangkan menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Rotan Kecamatan Rantau Panjang kabupaten Ogan Ilir Rasit Rizaldi bersama dengan petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan ( POPT) mengatakan bahwa sudah meninjau langsung kelokasi tanaman padi yang terendam banjir.
“Sudah dari hari Senin kemarin kurang lebih sudah satu Minggu ini kami bersama tim POPT sudah terus memantau sawah yang sudah ditanami padi terendam banjir akibat luapan air sungai Batanghari Ogan Ilir.Hasil pantauan kami akan secepatnya kami laporkan ke Dinas pertanian,” ungkapnya.
Lanjut dia, memang diakui oleh para petani di Desa Sungai Rotan untuk tahun ini jadwal menanam padi terlalu cepat, mengingat air di sawah kemarin mendadak surut dan kering, memang air sungai Batanghari Ogan Ilir sulit untuk di prediksi, paparnya.
“Tanaman padi di sawah terendam banjir di akibatkan oleh luapan air sungai Batanghari Ogan Ilir melalui pintu anak -anak sungai Batanghari Ogan Ilir, dan bukan hanya di desa Sungai Rotan saja tanaman padinya terendam banjir,di kawasan daerah Indralaya juga terdampak banjir, seperti di Desa Ulak Segelung, Desa Ulak Bedil dan juga Desa Sudi Mampir,” pungkasnya.













