Liputan Khusus

Kekurangan Guru Untuk 13 Mata Pelajaran, SMAN 3 Bandung Optimalkan Pelaksanaan Program Kemendikdasmen

adminsigiku.com
×

Kekurangan Guru Untuk 13 Mata Pelajaran, SMAN 3 Bandung Optimalkan Pelaksanaan Program Kemendikdasmen

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Koding dan KA) dirancang untuk memberikan dampak positif kepada peserta didik, seperti kemampuan berpikir logis dan analitis. Kedua bidang tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan dan kesiapan dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengembangkan pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab etis.

Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam dunia pendidikan modern. Integrasi Koding dan KA dalam pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan esensial yang mencakup berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika KA, human-centered mindset, design system KA, dan teknik KA.

Melalui berpikir komputasional mengajarkan peserta didik untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan efisien dengan melakukan proses dekomposisi (memecah masalah besar menjadi bagian kecil), dan pengenalan pola, abstraksi, serta algoritma yang membantu peserta didik memahami dan menangani tantangan digital. Dengan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkeadilan, pendidikan di Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mencetak generasi yang berdaya saing tinggi, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan berkualitas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Bandung, Dr. Ida Rohayani, S.Pd, M.Pd menjelaskan perihal Deep Learning, Koding serta Kecerdasan Artifisial (AI) merupakan program dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah disosialisasikan kepada satuan pendidikan untuk mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026.

Pada bulan Maret atau sebelum tahun ajaran baru dimulai, pihak sekolah sudah melaksanakan kegiatan upgrade guru untuk memiliki kompetensi tentang materi atau perencanaan pemebelajaran tersebut. Kebetulan saya aktif di Kementrian Pendidikan, sehingga berbagai program baru lebih cepat informasinya didapat, serta dapat lebih awal untuk direalisasikan. Segala perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan bertujuan demi kebaikan sekolah, maka semua itu harus disambut dengan Growth mindset” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di ruang kerjanya saat jam istirahat sekolah (22/7/2025)

Menurutnya berbagai program dari pemerintah pusat hingga daerah yang akan diimplementasikan. Semuanya dibahas terlebih dahulu pada lembaga tertinggi di sekolah atau musyawarah kerja bersama antara Kepala Sekolah, Wakasek, para guru dan komite sekolah. Supaya program yang masuk pada RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dapat terlaksana dengan optimal.

Dalam waktu dekat SMAN 3 Bandung akan menjalankan Asesmen Nasional (AN) untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di satuan pendidikan pada bulan Agustus. Selanjutnya pada November, ada test kompetensi 3 mata pelajar wajib, bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika. Serta dua mata pelajaran pilihan yang dapat mempersiapkan lulusannya agar diterima saat mengikuti seleksi di peguruan tinggi.

Lebih jauh, Dr. Ida Rohayani, S.Pd, M.Pd mengungkapkan sebelumnya SMAN 3 Bandung telah mempraktekan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) sebuah kerangka kerja untuk mengukur tingkat pemahaman siswa melalui tingkatan-tingkatan yang berbeda. Supaya para siswa terbiasa Growth mindset dengan projek yang ada pada kurikulum merdeka sebelumnya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Bandung, Dr. Ida Rohayani, S.Pd, M.Pd menerima cendra mata ucapan terimakasih dari muridnya

Selanjutnya, Dr. Ida Rohayani, S.Pd, M.Pd menceritakan bahwa saat ini SMAN 3 kekurangan guru di awal tahun ajaran baru 2025/2026. Dengan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun membuat SMAN 3 Bandung kekurangan hingga 24 guru untuk 13 mata pelajaran

“Saat ini, pihak sekolah sedang tidak boleh merekrut tenaga honorer. Maka dari itu, SMAN 3 Bandung pun mencoba mencari solusi untuk masalah ini sambil menunggu datangnya guru berstatus ASN dari pemerintah” ucapnya

Di tengah keterbatasan guru ini, SMAN 3 Bandung terpaksa melakukan penggabungan kelas atau membuat kelas besar pada beberapa mata pelajaran sebagai solusi sementaranya. Dalam satu kelas itu boleh jadi kelas besar, walapun dapat berpengaruh kepada kualitas pembelajaran. Hal itu dilakukan sebelum mendapatkan guru dari rotasi-mutasi atau pengangkatan & droping dari pemerintah.

“Misalnya ada 3 kelas atau 2 kelas bergabung menjadi 1, karena gurunya cuma 1. Mereka belajar di aula atau dilaksanakan secara hybrid”ucapnya.

https://www.koransinarpagijuara.com/2025/07/05/pelajar-di-jateng-selatan-wilayah-barat-daya-mulai-belajar-mulok-bahasa-ngapak-sunda/