OPINI/Artikel

KDM, Sri Sultan Dan Salsa Erwina

adminsigiku.com
×

KDM, Sri Sultan Dan Salsa Erwina

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Kengawali tulisan ini saya doakan “Semoga Indonesia menuju lebih baik dan semua pihak bisa melakukan hal terbaik”. Saat ini realitasnya sedang tidak baik baik saja. Semoga berangsur lebih baik, apa pun dinamikanya.

Ditengah membuncahnya emosi dan demo, ada dua pemimpin yang layak kita catat. Kita catat sebagai pemimpin yang tetap bersama rakyat dalam lautan emosi demo. Datang membersamai para pendemo.

Pemimpin itu adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Sri Sultan Hamengkubuwono (SSH). Dua tokoh pemimpin layak dan pantas kita beri pujian dan doa terbaik. Semoga mereka tetap bersama rakyat dan selalu merakyat.

KDM dan SSH adalah dua tokoh pemimpin dari dua dimensi yang berbeda. KDM dari keluarga wong cilik, SSH dari keluarga darah biru, keturunan raja. Namun keduanya punya hati yang sama, sama sama sangat menyayangi rakyatnya.

Sangat dibutuhkan terutama mulai saat ini hadirnya para pemimpin yang seirama, satu hati dengan rakyat. Era dunia terbelah dua, maya dan nyata, dibutuhkan kepemimpinan yang jauh lebih dekat dan melekat pada rakyat.

Disaat kedaulatan rakyat ada dalam dua wajah, wajah nyata dan wajah maya. Dalam dunia maya, rakyat bebas dan merdeka melakukan dan berkata apa pun, tanpa batas. Dalam dunia nyata mereka terbatas dan kurang berdaulat.

Pemimpin yang baik harus memahami jiwa zaman yang terus berubah. Dahulu tidak ada media sosial, kini media sosial jauh lebih dominan memberi nyawa dan kekuatan pada masyarakat untuk terlibat dan bergerak.

Gerakan demo yang sangat panas pekan ini, sangat terkait dengan dunia media sosial. Semua perilaku pejabat, khususnya anggota DPR RI tersebar masif di dunia maya. Ini sangat memengaruhi spirit dan opini publik.

Para influencer, tiktoker dan pegiat media sosial menjadikan informasi apa pun sebagai sajian pada publik. Berawal dari kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI, publik mulai menyala. Para pegiat media sosial sangat masif “mengeksplorasi” informasi yang dibutuhkan publik.

Terutama Salsa Erwina Hutagalung, seorang diaspora, Ia sangat merdeka melontarkan isi pikirannya. Ia sangat vulgar mengatakan buah analisisnya. Kini Ia menjadi bagian dari rujukan publik di media sosial.

Salsa Erwina Hutagalung telah menjadi pemimpin non formal. Ia seolah telah menjadi konduktor jarak jauh dalam “orkestrasi” gerakan perbaikan kehidupan rakyat Indonesia.

Kalau kita dalami, spirit Salsa Erwina Hutagalung, KDM dan SSH, punya kesamaan. Apa kesamaannya? Ingin agar rakyat Indonesia lebih baik. Tidak ada jurang kesejahteraan yang signifikan antara pejabat dengan rakyat.

Kuhai Allah, Tuhan yang maha love, Engkau selalu menguji kami. Semoga kami bangsa Indonesia lulus dan lolos ujian menuju lebih baik. Segalanya punya Mu, kami hanyalah ciptaan_Mu yang penuh kebodohan.