Akademia

Transformasi Layanan Kesehatan, Kader Posyandu Kelurahan Binong Diberdayakan Melalui Pelatihan Teknologi Digital

adminsigiku.com
×

Transformasi Layanan Kesehatan, Kader Posyandu Kelurahan Binong Diberdayakan Melalui Pelatihan Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) tahun anggaran 2025. Layanan kesehatan berbasis masyarakat, seperti Posyandu tidak dapat lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Teknologi hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kecepatan layanan.

Di Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, upaya transformasi ini diwujudkan melalui pelatihan dan workshop teknologi digital bagi kader Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta kemampuan kader dalam memanfaatkan perangkat teknologi untuk menunjang layanan kesehatan masyarakat yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi..

Puluhan kader Posyandu dari berbagai RW di Kelurahan Binong mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung selama dua hari. Materi pelatihan meliputi berbagai topik penting, seperti digitalisasi layanan Posyandu, penerapan pola hidup bersih, pengenalan dan penggunaan alat digital, prosedur operasional standar (SOP). Serta simulasi penggunaan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) dalam skenario layanan Posyandu. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan dasar mengenai keamanan data digital serta etika dalam penggunaan teknologi informasi untuk memastikan bahwa data masyarakat tetap aman dan terlindungi.

Erna Erviana, kader Posyandu Dahlia RW 01 yang mengikuti pelatihan, membagikan pengalamannya.

“Dulu kami masih mencatat manual, sehingga sering terjadi kehilangan data atau keterlambatan laporan. Sekarang, dengan aplikasi yang dikenalkan dalam pelatihan ini, semuanya lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa sistem digital memudahkannya untuk memantau pertumbuhan balita, mengingatkan jadwal imunisasi kepada orang tua, dan memberikan layanan yang lebih terstruktur. Perubahan ini tidak hanya mempermudah tugas kader, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Posyandu.

Program pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelurahan Binong, Puskesmas Batununggal, dan akademisi dari perguruan tinggi setempat, termasuk LPPM Politeknik Piksi Ganesha. Pendekatan lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, dan lembaga pendidikan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan masyarakat.

Dengan dukungan teknologi, Posyandu kini tidak lagi hanya menjadi tempat penimbangan balita. Tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi kesehatan yang aktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Lurah Binong, Andri Suryana S.E, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Kota Bandung sebagai kota cerdas (smart city).

“Kami ingin kader-kader Posyandu di Binong menjadi pelopor layanan kesehatan cerdas yang berbasis data dan teknologi. Pelatihan ini menjadi awal dari upaya panjang untuk menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan yang modern, efisien, namun tetap humanis,” ujarnya dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai penghubung langsung antara masyarakat dan layanan kesehatan, sehingga peningkatan kapasitas mereka menjadi prioritas utama.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPPM Politeknik Piksi Ganesha, Dr. Candra Mecca Sufyana, S.Si., M.T., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini.

“Pelatihan ini adalah bentuk nyata dari pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan kader Posyandu melalui teknologi digital. Kami percaya bahwa dengan peningkatan kapasitas kader, pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput akan semakin responsif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya LPPM Politeknik Piksi Ganesha akan terus mendampingi Kelurahan Binong dalam pengembangan sistem informasi kesehatan yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis teknologi.

Melalui pelatihan dan workshop teknologi digital ini, diharapkan kader Posyandu tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis di lapangan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang melek teknologi. Mereka tidak hanya bertugas memantau kesehatan balita, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya gaya hidup sehat serta penggunaan teknologi dalam mendukung kesehatan keluarga.

Dengan adanya pemberdayaan digital ini, Kelurahan Binong semakin mantap melangkah menuju layanan kesehatan yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Kota Bandung sebagai kota yang siap menghadapi tantangan era digital. Program ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi merupakan investasi penting untuk masa depan yang lebih baik.