Ragam

Peringati Hari Santri, Pemkab Cilacap Ngaji Kitab KH. Hasyim Asyari Adabul ‘Alim wal Muta’allim

adminsigiku.com
×

Peringati Hari Santri, Pemkab Cilacap Ngaji Kitab KH. Hasyim Asyari Adabul ‘Alim wal Muta’allim

Sebarkan artikel ini

(Koran SINAR PAGI)-, Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, Pemkab Cilacap bersama Kantor Kementerian Agama dan Baznas menggelar kegiatan Ngaji Bandongan di pendopo Wijayakusuma Cakti pada Senin (20/20/2025). Ngaji Bandongan adalah pengajian yang berpusat pada seorang guru, dimana guru membacakan sebuah kitab, mengartikan atau menerjemahkannya, lalu menjelaskan kandungan isi kitabnya kepada santri.

Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Aziz Muslim, Rois Syuriah PCNU Cilacap, KH Su’ada Adzkiya dan selaku Khatib KH. Abdal Malik.

Ngaji Bandongan diikuti oleh sekira 100 orang ASN dan santri. Dalam laporannya, Kepala Bagian Kesra Setda Cilacap, M. Najib, menyampikan bahwa para ASN dan santri akan mendapatkan materi sekaligus pembahasan kitab serta diskusi bersama KH. Su’ada Adzkiya.

“Kitab yang akan dibahas adalah karangan KH. Hasyim Asyari yaitu Adabul ‘Alim wal Muta’allim,” kata Najib. Kitab tersebut berarti “Etika Orang Berilmu dan Pencari Ilmu”. Kitab ini adalah salah satu karya KH. Hasyim Asyari yang terdapat dalam kompilasi kitab Irsyadus Syari’ dan membahas etika baik bagi pelajar maupun pendidik.

Ia menambahkan bahwa beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 di Kabupaten Cilacap telah menyelenggarakan berbagai kegiatan. “Antara lain Roan santri (bersih-bersih pesantren), literasi Al Quran di MI MTs MA dan sekolah lainnnya, pemeriksaan kesehatan, serta pengiriman duta santri nasional,” tambah Najib.

Sekda Sadmoko Danardono dalam sambutannya menyampaikan bahwan ngaji bandongan merupakan tradisi keilmuan pesantren yang penuh berkah dan menjadi bukti kuatnya akar pendidikan agama di Indonesia. Melalui kegiatan ini, para santri dapat terus menimba ilmu dari para kyai dengan sanad keilmuan yang jelas.

“Perjuangan para santri dahulu tidak hanya fisik, tetapi juga perjuangan menjaga martabat kemanusiaan dan nilai-nilai kebangsaan. Kini, jihad santri adalah jihad ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sekda juga menegaskan bahwa santri masa kini harus menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa. Santri diharapkan menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.