Pendidikan

Ratusan Kepala SMA/Sederajat Di Jawa Barat Resmi Dilantik, Ketum DPP AKSI Apresiasi Langkah Nyata Pemprov. Jabar

adminsigiku.com
×

Ratusan Kepala SMA/Sederajat Di Jawa Barat Resmi Dilantik, Ketum DPP AKSI Apresiasi Langkah Nyata Pemprov. Jabar

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Bandung – Ketua Umum Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.P.d mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas langkah yang diambil Provinsi Jawa Barat dalam sistem rotasi kepala sekolah, pasalnya, dari sebanyak 641 kepala sekolah yang resmi dilantik, sebagian besar ditempatkan di kampung halamannya masing-masing.

Dikatakan bahwa, apresiasi dan ucapan terima kasih ini disampaikan bukan hanya atas nama pribadi, namun juga suara kebatinan dari para kepala sekolah yang ada di Jawa Barat. Ia dan para kepala sekolah lainnya mengaku sangat puas dengan kebijakan tersebut.

“Dengan adanya rotasi/mutasi berbasis pada kedekatan wilayah sangat positif, langkah istimewa yang dilakukan Pemprov. Jabar, para kepala sekolah akan lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan tugas, terlebih dalam sisi suara kebatianan, karena lebih dekat dengan keluarga, terutama anak dan istrinya,” ucap DNK lewat aplikasi perpesanan, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, Pemprov. Jabar, dalam hal ini Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan adalah para pemimpin yang berpihak kepada para guru dan kepala sekolah.

Sebelumnya, Pemprov. Jabar telah melantik secara resmi 641 Kepala Sekolah Menengah Atas / Sederajat, dimana 215 orang diantaranya adalah kepala sekolah yang dipromosikan. yang menarik dari pentikan ini adalah para kepala sekolah yang dilantik tersebut diarahkan agar bisa bertugas lebih dekat dengan wilayah domisili mereka.

Disebutkan Kadisdik Jabar, Purwanto, salah satu kriteria utama dalam rotasi kali ini adalah mendekatkan kepala sekolah ke tempat tinggal mereka. Meski begitu, Purwanto mengakui, masih ada sebagian kecil kepala sekolah yang belum bisa ditempatkan di wilayah asal karena keterbatasan formasi.

“Sebarannya memang diarahkan agar mereka bisa mengajar di kabupaten/kotanya masing-masing. Jadi yang sebelumnya bertugas di luar daerah, sekarang dikembalikan ke daerah asalnya,” jelasnya.

Sementara bagi daerah yang formasi kepala sekolahnya yang sudah penuh, seperti di Kabupaten Sukabumi, maka yang bersangkutan ditempatkan dulu di kabupaten tetangga, sambungnya.

Menurut Purwanto, kebijakan ini merupakan langkah nyata dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk memperkuat ikatan emosional antara kepala sekolah dan lingkungan tempat mereka bertugas.