Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Digulirkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan status gizi, kualitas kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, dengan cara menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, guna menekan angka stunting, gizi buruk, dan anemia, serta mendorong fokus belajar dan ekonomi lokal.
Tujuan mulia tersebut ternyata tidak berbanding lurus dengan yang dilakukan SPPG sebagai petugas yang dipercaya untuk memproduksi, memastikan kualitas gizi, dan mendistribusikan makanan sehat untuk masyarakat, sekaligus mendukung ekonomi lokal dan keamanan pangan. Dimana tak sedikit menu yang disediakan, kerap kali tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.
SPPG terkesan asal – asalan dalam menyediakan menu untuk dibagikan kepada masyarakat, keuntungan yang lebih besar seolah lebih penting daripada kesehatan masyarakat penerima manfaat.
Seperti yang terjadi diwilayah RW 07, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, MBG untuk ibu menyusui yang dibagikan pada hari Selasa (20/01/2026), item buah – buahan seperti Buah Naga dan Pisang Ambon yang disajikan di menu tersebut dalam kondisi busuk.
Kejadian ini tentu memicu kekecewaan sekaligus keresahan dikalangan masyarakat penerima manfaat program yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. Warga khawatir akan mengalami kejadian yang tidak diinginkan bila mengkonsumsi buah – buahan tersebut
“Sangat kecewa, masa kami diberi buah busuk, ini bukan mau menyehatkan, tapi mau mencelakakan masyarakat,” ucap Ida (35), salah satu warga dengan nada geram.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan Whattapp, salah satu petugas di Dapur MBG yang bersangkutan menyebut, pihaknya akan mengganti buah – buahan tersebut. Dia berdalih Kader Pos Yandu yang telat membagikan MBG tersebut.
“Nanti kita ganti buah – buahan yang dibagikan di Pos Yandu RT 03 RW 07, mungkin kader pos yandu telat membagikan, kalau dari dapurnya dikirim hari Senin,” ucapnya singkat.
Namun demikian, sejatinya, pihak SPPG lebih selektif dalam memilih bahan makanan, pasalnya, kalau awalnya memang buah segar, belum tentu akan busuk hanya dalam hitungan jam, dan tidak lalai dalam menjalankan tugas sesuai dengan tujuan mulia program ini.













