Politik & Pemerintahan

BBWS Citanduy dan DPUTRP Ciamis Dorong Solusi Konkret Atasi Siklus Kekeringan dan Banjir Sawah di Ciamis – Pangandaran

adminsigiku.com
×

BBWS Citanduy dan DPUTRP Ciamis Dorong Solusi Konkret Atasi Siklus Kekeringan dan Banjir Sawah di Ciamis – Pangandaran

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Persoalan klasik yang terus menghantui lahan persawahan di wilayah Manganti, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran, kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Kekeringan saat musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan dinilai sudah mendesak untuk ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kamis (7/5/2026).

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, legislatif, hingga kelompok tani guna membahas langkah konkret penanganan sistem irigasi di kawasan terdampak.

Rakor dihadiri Kepala BBWS Citanduy, Roy Paradede, jajaran teknis BBWS, Polres Ciamis, anggota DPRD Ciamis, Endang Cahyadi, anggota DPRD Pangandaran, Holik, perwakilan masyarakat Manganti dan Mangunjaya, serta kelompok tani dari kedua daerah.

Dalam forum itu, petani mengeluhkan buruknya distribusi air irigasi saat kemarau yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Di sisi lain, saat curah hujan tinggi, luapan air dari saluran dan bendung justru menyebabkan banjir yang merendam area persawahan dan memicu kerugian panen.

Kepala BBWS Citanduy, Roy Paradede menegaskan, persoalan tersebut membutuhkan penataan sistem pengairan yang lebih terukur dan disiplin dalam pengoperasian pintu air bendung.

Menurut Roy, keberadaan operator pintu air yang siaga dan profesional menjadi faktor penting dalam mengendalikan debit air agar distribusinya tetap stabil, baik saat musim kemarau maupun penghujan.

“Pengaturan pintu air harus dilakukan secara maksimal agar aliran air dapat dikendalikan dengan baik, baik saat debit tinggi maupun rendah,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Ciamis Endang Cahyadi meminta agar hasil rapat tidak berhenti sebatas pembahasan administratif. Ia menekankan perlunya langkah cepat melalui penempatan petugas bendung dan pembenahan tata kelola irigasi di lapangan.

Menurutnya, persoalan yang terus berulang setiap tahun tidak boleh lagi dibiarkan karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi petani.

“Jangan sampai persoalan ini terus berulang setiap musim. Harus ada solusi nyata agar petani tidak terus dirugikan,” tegas Endang.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat, BBWS Citanduy, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya air di kawasan pertanian strategis tersebut.

Melalui pembenahan sistem irigasi dan pengawasan distribusi air yang lebih optimal, pemerintah berharap produktivitas pertanian di wilayah Ciamis dan Pangandaran dapat terjaga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.