Pendidikan

Panggung Virtual FLS3N SLB Jabar Dinilai Belum Mampu Tampilkan Potensi Utuh Peserta

adminsigiku.com
×

Panggung Virtual FLS3N SLB Jabar Dinilai Belum Mampu Tampilkan Potensi Utuh Peserta

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Red

Bandung – Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat tampil dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026, Selasa (12/5/2026). Namun di tengah semangat menggali bakat dan kreativitas siswa berkebutuhan khusus, pelaksanaan ajang bergengsi ini kembali digelar secara daring, sebuah keputusan yang memantik tanda tanya soal keseriusan menghadirkan ruang ekspresi yang benar-benar maksimal bagi peserta.

Alih-alih tampil langsung di panggung, para siswa harus menunjukkan kemampuan mereka lewat layar virtual. Dewan juri menilai seluruh penampilan dan karya peserta secara online di 17 cabang lomba. Padahal, seni pertunjukan seperti tari, pantomim, seni peran, hingga musik sangat bergantung pada ekspresi langsung, atmosfer panggung, dan interaksi nyata yang sulit tergantikan oleh kamera dan koneksi internet.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, menyebut seluruh peserta merupakan siswa terbaik hasil seleksi ketat dari tingkat sekolah hingga kabupaten/kota. Ia meminta peserta mengerahkan seluruh kemampuan agar mampu membawa nama Jawa Barat ke tingkat nasional.

“Gali seluruh potensi yang ada agar bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan daring dinilai masih menyisakan persoalan mendasar: apakah talenta luar biasa siswa SLB benar-benar bisa tampil utuh jika dibatasi layar virtual? Banyak pihak menilai sistem online membuat detail ekspresi, teknik, hingga energi penampilan peserta tidak tersampaikan secara maksimal.

Di sisi lain, Kepala Bidang PKPLK Disdik Jabar, Ai Nur Hasan, menegaskan pendidikan khusus tidak boleh hanya berhenti pada prestasi lomba. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun karakter dan kemandirian siswa agar mampu hidup mandiri di tengah masyarakat.

“Kita berharap anak-anak lulusan SLB nantinya bisa mandiri dan mampu menjalani perjalanan hidupnya masing-masing dengan baik,” katanya.

FLS3N SLB Jabar 2026 mempertandingkan 17 cabang lomba, mulai dari Cipta Baca Puisi, Film Pendek, Desain Grafis, Fotografi, hingga Pencak Silat dan MTQ. Penilaian melibatkan akademisi dan seniman profesional dari Institut Seni Budaya Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Nasional, serta berbagai lembaga seni lainnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang pelaksanaan hybrid atau luring penuh pada tahun mendatang, menyesuaikan kondisi dan efisiensi anggaran. Namun publik berharap, ajang sebesar FLS3N untuk siswa SLB tidak terus-menerus terjebak dalam format daring yang dinilai belum mampu menghadirkan pengalaman kompetisi yang utuh.

Sebab bagi para siswa SLB, panggung bukan sekadar tempat lomba. Panggung adalah ruang untuk dilihat, dihargai, dan membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah membatasi bakat mereka.